Monday, October 3, 2016

RHADAMANTHUS, MINOS and AIAKOS

RHADAMANTHUS, MINOS and AIAKOS (Aeacus) merupakan hakim bagi orang mati di dunia bawah, pelayan Hades. Mereka pada mulanya sosok manusia, putera-putera Zeus, yang diberi anugerah di dunia bawah untuk menghakimi manusia. Rhadamantus adalah putra Zeus dan Eropa dan saudara Raja Minos dari Kreta. Menurut sumber lain, ia merupakan putera dari Hephaestus. Karena takut akan saudaranya yang lalim, Rhadamantus melarikan diri ke Ocaleyia di Boeotia dan menikah dengan Alcemen. Karena ia selalu menjalankan keadilan seumur hidupnya, dia diangkat menjadi penguasa padang Elysia setelah kematiannya. Aiakos adalah putera dari Zeus dan Aegina, putri dewa sungai Asopus. Dia dilahirkan di Oenopia, tempat persembunyian Aegina oleh Zeus untuk mengamankannya dari murka Asopus. Setelah kematiannya, Aecus menjadi salah satu dari tiga hakim orang mati di Hades. Mereka masing-masing memiliki tugas berbeda. Aiakos merupakan penjaga kunci Haides dan menghakimi manusia-manusia Eropa, Rhadamanthys, penjaga Elysion (padang Elysia) dan menghakimi manusia-manusia dari Asia, dan Minos merupakan hakim terakhir yang memutuskan takdir manusia di dunia bawah.

ACHERON


Merupakan perwujudan dan dewa sungai dunia bawah. Dalam geografi kuno, kata acheron digunakan untuk menamai beberapa sungai. Sungai pertama dengan nama ini adalah Acheron in Thesprotia Epirus, negeri yang diyakini oleh orang Yunani Kuno sebagai batas terujung dunia sebelah barat sehingga sungai ini dipercaya bermuara di alam bawah. Homer dalam puisinya menuturkan acheron merupakan sungai di Hades (dunia bawah) dimana Pyrphlegetion dan Cocytus mengalir. Virgil mengatakan sungai ini merupakan sungai besar di Tartarus. Menurut tradisi Yunani selanjutnya, Acheron diyakini sebagai putra dari Helios dan Gaia atau Demeter, dan diubah menjadi sungai dunia bawah untuk menyegarkan dahaga para titan setelah berperang dengan Zeus. Bangsa Etruska juga mempraktikan keyakinan atas Acheron, dapat dilihat dari kultus Acheruntivi libri, penubahan jiwa-jiwa dan upacara korban (acheruntia sacra) yang juga terpengaruh oleh sosok acheron.


KHARON 


Kharon merupakan nahkoda kapal penyebarangan dunia bawah pelayan Hades. Menurut agama Yunani Kuno, Hermes Pyskhopompos (Pembimbing Kematian) mengumpulkan roh-roh orang mati dari dunia atas dan memandu mereka menuju tepi sungai Acheron dan di sana Kharon akan menunggu untuk menyebrangkan mereka menuju Haides. Ia akan meminta koin oblos yang dikubur bersama mayat sebagai bayaran untuk menyebrang. Mereka yang tidak punya koin tidak boleh menyebrang dan akan kembali ke dunia sebagai hantu. Kharon dilukiskan dalam tradisi Yunani dengan sosok berjenggot dan berhidung bengkok mengenakan topi runcing dan tunding. Dia sering digambarkan berdiri diatas kapalnya dengan tongkat menunggu kedatangan roh yang dipandu oleh Hermes Psykhompompos. 


KRONOS


Merupakan raja Titan dan penguasa waktu, selain itu dia juga diyakini sebagai daya penghancur semesta. Kronos menguasai semesta pada masa-masa keemas setelah ia mengibiri dan membunuh ayahnya Uranus (Langit). Takut akan ramalan akan dikalahkan oleh puteranya, Kronos memakan semua anaknya. Rhea berhasil menyelamatkan anak bungsunga Zeus dengan menyembunyikannya di pulau Kreta. Beranjak dewasa, Zeus bertarung dengan Kronos dan membebaskan saudara-saudaranya yang telah ia telan. Bersama dengan mereka, para dewa Olympus, Zeus berperang melawan para titan dan memenjarankan mereka ke Tartarus. Berabad-abad berikutnya, Zeus melepaskan Kronos dan titan-titan lain. Kronos kemudian diangkat menjadi Raha di Pulau padang Elysia, tempat kedamaian bagi orang-orang mati (surga)


ERINYES


Erinyes (Murka) merupakan tiga dewi dendam dan siksaan yang ditugasi untuk menyiksa manusia karena kejahatan mereka. Di dunia bawah, dewi ini menghukum dosa bunuh diri, kedurhakaan pada orang tua, perbuatan menentang dewa, dan penipuan. Korban yang terzalimi bisa memanggil Erinyes untuk memberikan kutuk terhadap orang yang menjahatinya. Kutukan Erinyes yang paling kuat adalah ketika digunakan orang tua mengutuk anaknya—sebab Erinyes terlahir dari kejahatan tersebut, dari tetesan darah Uranus ketika dia dikebiri oleh Kronos. Murka Erinyes mewujud dalam beragam bentuk. Yang paling parah adalah mereka akan menyebabkan anak-anak durhaka menjadi gila serta orang yang membantu mereka akan mati karena kelaparan dan penyakit. Kutuk ini bisa dibersihkan dengan ritual tertentu dan tindakan tertentu penebusan dosa. Di dunia bawah, mereka menyiksa para penjahat di Aula Orang Orang Berdosa.


HEKATE


Sosok dewi sihir, ilmu sihir, malam, bulan, dan nekromansi (pemanggilan roh). Dia putri tunggal dari Titan Perses dan Asteria. Hekate membantu Demeter mencari Persephone, membibingnya membelah gelap dunia bawah dengan obornya. Karena pertolongannya ini, Hekate ditunjuk menjadi mentri dan pendamping Persephone di dunia bawah. Hekate digambarkan dengan sosok wanita memegang dua obor terkadang mengenakan rok selutut dengan bot berburu seperti Artemis. Dalam kuilnya, Hekate digambarkan dengan wujud tiga bentuk. Hekate juga disamakan dengan sosok dewi-dewi lain, Artemis dan Selene dari Yunani, Despoine dari Arkadia, dewi laut Krateis, Tauria, Persesi dari Kolhia dan sebagainya.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Pengunjung Blog

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Google Followers