Monday, September 7, 2015


Sosok Samael memiliki sejarah dan peran yang cukup rumit dalam tradisi Angelologi Abrahamik. Selain diyakini sebagai malaikat suci, dia juga dipercaya sebagai sosok iblis. Dalam tradisi awal Judaisme, Samael dianggap sebagai malaikat kematian, salah satu dari tujuh Archangel, penguasa langit kelima, dan pemimpin dari 2 juta malaikat. Yalkut Shimoni memberikan peran Samael sebagai pembimbing Esau. Menurut Kitab Apokrif Kenaikan Musa, Samael berada di langit ketujuh:

"di langit terakhir Musa melihat dua malaikat dengan tinggi 500 parasang, ditempa dari rantai api hitam dan merah, Malaikat Af, "Kemarahan", dan Hemah "Kemurkaan", yang diciptakan Tuhan pada permulaan semesta untuk menjalankan kehendak-Nya. Musa gentar menatap mereka, namun Metatron merangkulnya, dan berkata, 'Musa, Musa, kau adalah kesukaan Yahweh, jangat takut dan jangan gentar,' dan Musapun menjadi tenang kembali. Ada satu malaikat lain ditempat itu, memiliki wujud berbeda dari malaikat lainnya, dan manusia. Sosoknya sangat tinggi sekali sehingga menempuh jarak 500 tahun perjalanan, dari mahkota ke telapak kakinya dipenuhi oleh mata bersinar. "Yang ini" kata Metatron adalah Samael, yang mencabut jiwa dari tubuh manusia. "Kemana ia pergi?" Tanya Musa dan Metatron menjawab ,"menjemput jiwa Ayub yang taat."

Sementara itu dalam tradisi Kabbalah, Samael digambarkan sebagai "murka tuhan" dan termasuk kedalam archangel kelima alam Briah. Nama Samael terkadang sering disalahpahami dengan Camael, salah satu archangel juga. Anggapan Samael sebagai wujud suci juga ditemukan dalam aliran Gnostik. Bahkan Gnostik menganggapnya sebagai wujud ilahi. Dalam kitab Gnostik, kitab Wahyu Yohanes, ditemukan di Nag Hammadi, Samael merupakan nama ketiga dari demiurge, ilah rendah, yang juga memiliki nama lain Yaldabaoth dan Saklas. Dalam konteks ini, Samael bermakna "Tuhan Buta", tema yang selalu diangkatkan dalam semua karya Gnostik. Dia memiliki wajah dengan wujud campuran ular dan singa. Selain itu, dalam kitab Gnostik lain, Asal Mula Semesta, Samael juga dijuluki Ariael, Archangel Penguasa.

Seiring dengan munculnya konsep teologis Malaikat yang Jatuh dalam agama Abrahamik, wujud Samael dikaitkan dengan wujud iblis atau malaikat jahat. Kata Samael sebenarnya berasal dari nama kerajaan bangasa Aram di Syria pada abad ke-2 SM. Beberapa ahli mitologi mengaitkan namanya dengan "Dewa Murka" versi semitik dari kata Sama, Samana, atau Samavurti. Atribut jahat Samael juga muncul dalam aliran Gnostik lainnya, meskipun wujud sucinya juga diakui. Dalam teks Gnostik, Sophia bertengkar dengan anaknya Ialadabaoth, yang menciptakan malaikat untuk menciptakan dunia. Dengan menguasai mereka, ia yakin akan menjadi penguasa dunia. Sophia berbicara padanya, Kau keliru Samael, menyebutnya Samael yang berarti "tuhan buta atau bodoh". Kebodohan ini dianggap sebagai akar kejahatan dalam ajaran tersebut. Dalam teks gnostik lain diceritakan bahwa Ialdabaoth mengusir Adam dan Hawa, dan ular yang telah menggoda mereka, keluar dari surga setelag memakan pohon Gnosis (Pengetahuan baik dan buruk).  Ular itu lalu menggunakan kekuatan pergerakan planet untuk memperanakkan keturunan bersama Hawa, enam putera yang menjadi Iblis pertama di bumi, ular itu dijuluki Sammael. Versi berbeda mengenai cerita ini ditemukan dalam kitab Kabbalah, Zohar. Di kitab ini dikatakan, Samael adalah wujud Ular yang menggoda Hawa. Dia bahkan bersetubuh dengan Hawa dan dari hubungan itu lahirlah Kain. Samael lalu menjadi pasangan Lillith, istri pertama Adam. Bersama Lilith, dia memperanakkan banyak Iblis, termasuk Sariel "pedang Samael".

Dalam demonologi Yahudi, nama Sammael muncul di kisah malaikat yang jatuh dalam Kitab Henokh. Dia merupakan pemimpin Iblis dan memimpin pemberontakan di surga, gambaran yang juga dikaitkan dengan Lucifer. Sebelum kejatuhannya, Samael lebih agung dari Serafim. Dia memiliki 12 sayap dan bertugas menjaga semua bangsa kecuali Israel. Dia memiliki tiga istri, Lillith, Nammah, dan Agrath bath Mahlat, malaikat pelacuran. Dalam kitab Apokrif Kenaikan Yesaya, Samael sering dikaitkan dengan Malkira atau Belkira yang merupakan julukan untuk nabi palsu Belial dikirim untuk menuduh Yesaya melalukan penghianatan, dalam kitab ini Samael juga diyakini sebagai Setan.



Dalam tradisi Yahudi, Metatron dipercaya sebagai salah satu dari empat Archangel (Penghulu Malaikat) dan Malaikat paling agung, berada pada urutan ke dua setelah Yahweh dalam kekuatan dan wujud. Dia bertugas untuk menjaga kelangsungan alam semesta dan membawa doa dan pujian orang Yahudi melalui 900 tingkat surga menuju Yahweh. Dia juga sosok malaikat yang mempunyai peran penting dalam tradisi Merkabah, Kabbalah, dan Talmud. Dia memiliki tubuh yang sangat besar, berbadan api dengan 36 pasang sayap dan beribu mata. Wajahnya lebih benderang daripada matahari. Sebagai Pangeran Kehadiran Ilahiyah, dia satu-satunya malaikat yang diberi keistiemwaan untuk berhadap langsung tatap muka dengan Tuhan bukannya melalui tabir seperti malaikat lainnya. Metatron berdiri dipuncak Pohon Kehidupan sebagai Malaikat Yahweh. Dia juga dijuluki “pohon pengetahuan baik dan buruh” yang berarti dia memiliki kesempurnaan manusia dan malaikat.
Metatron adalah wujud ilahiyah yang memimpin bangsa Israel dalam perjalanan di alam liar menuju Tanah Perjanjian. Dia juga dipercaya sebagai malaikat yang menahan tangan Ibrahim ketika dia akan mengorbankan puteranya, dan penyampai berita Air Bah kepada Nuh. Malaikat ini juga dijuluki sebagai Pangeran Hadirat, sebab dia merupakan pemimpin malaikat yang memiliki keistimewaan diperbolehkan berhadapan muka dengan Elohim. Salah satu dari sekian banyak tugas Metatron adalah sebagai Malaikat Maut yang memberikan perintah kepada Gabriel dan Samael untuk mencabut nyawa manusia ketika ajal mereka sampai. Para malaikat tingkat bawah tercipta dari nyala terang yang memancar dari tubuh Metatron. Dia juga bertugas sebagao pengurus Tahta Agung, tempat persemayaman Yahweh; Imam Agung dari kuil surgawi mengepalai seluruh malaikat, peran yang terkadang juga diberikan kepada Mikail. Selain itu, dia juga bertindak sebagai guru bagi anak-anak yang meninggal.
Akar kata nama Metatron tidaklah begitu jelas. Nama ini muncul dalam dua bentuk, Mttrwn dan Myttrwn. Kemungkinan nama ini dibuat untuk dirahasiakan atau dituturkan dalam kondisi Glossolalia, tutur yang diyakini di bawah pengaruh ilahiah. Menurut kitab Zohar, nama Metatron setara dengan Shaddai, salah satu nama dari Elohim. Asosiasi ini diperoleh dari numerologi mistis yang disebut Gematria, yang menerapkan hitungan angka kepada setiap alfabet Ibrani. Nama dan kata yang memiliki nilai angka yang sama dianggap memiliki hubungan mistik. Nama Shaddai dan Metatron memiliki nilai angka yang sama yaitu 314. Sebagai salah satu aspek dari Yahweh, Metatron terkadang juga dijuluki “sinar terang Shekinah.
Rabi Eleazar mengatakan Metatron kemungkinan berasal dari bahasa ltin metator yang berarti pembimbing, pengukur, penyiap perjalanan rohani. Akar kata lain yang juga mirip berasal dari bahasa Yunani metaturannos yang berarti “yang berkuasa kedua setelah raja dan istilah Yunani meta thronon yang berarti “tahta disebelah tahta ilahi” atau “tahta kedua”.
Genesis Rabbah mengatakan bahwa “metatron tercipta dari suara Yahweh”. Sedangkan menurut Henokh, Metatron merupakan perubahan wujud dari nabi Henokh, yangterkenal akan keshalihannya sehingga Tuhan mengangkatnya ke surga dan mengubahnya menjadi Malaikat. Pada masa hidupnya Henokh merupakan seorang penulis naskah, dan sebagai Metatron ia terus bertugas sebagai penulis yang kali ini menulis naskah surgawi dan berdiam di langit ketujuh, dimana dia mencatat semua peristiwa yang terjadi di langit dan di bumi. Zohar mengatakan Henokh bisa berubah menjadi malaikat karena percikan ilahiah yang hilang pada manusia akibata kejatuhan Adam merasuk ke dalam tubuh Henokh. Karena tubuh manusia fana tidak bisa menampung percikannya, makan Henokh diangkat ke surga dan diubah menjadi Malaikat. Kitab 3 Henokh memberikan gambaran rinci tentang perubahan Henokh menjadi Metatron. Yahweh mengutus Anapiel membawa Henokh ke surga dengan sayap-sayap Shekinah. Begitu mereka mencapai gerbang langit malaikat suci penjaga tahta Yahweh—Ophanim, Serafim, Cherubim, Tahta—mencium bau busuk manusia sejauh 365.000 myriad Parasang. Mereka bertanya kepada Yahweh kenapa manusia dibawa ke surga. Lalu, Yahweh menjawab karena ulah buruk perbuatan manusia, dia mengambil Shekinah dari tengah-tengah mereka, namun Henokh merupakan manusia taat dan masih pantas bersama Shekinahk.
Di surga Henokh berubah menjadi wujud Api. Metatron menggambarkan perubahan wujud sebagai berikut:
“seketika tubuhku merubah menjadi api, sendi menjadi nyala membara, tulangkan menjadi batu bara, bulu mataku menjadi lidah api, bola mataku menjadi suluh api, rambutku menjadi nyala panas, seluruh tubuhnya menjadi sayap berapi, dan isi tubuhnya menjadi api menyambar-nyambar.”
Yahweh memberkati Henokh dengan 1,365,000 karunia yang membuat wujudnya bertambah besar hingga sebesar bumi. Ia memiliki 72 sayap dengan 36 pasang pada masing-masing tubuhnya, dan satu sayapnya bisa menutupu seluruh alam semesta. Ia diberi 365,000 mata dan masing-masing matanya setara dengan Matahari. Ia juga diberi jubah agung dan mahkota 49 batu seperti matahari yang menyinari keempat sudut langit. Semua anugerah kebajikan, kebijaksanaan, kekuasaan dianugerahkan Yahweh kepada Malaikat ini, Bahkan Dia menamainya “Yahweh kecil”.

Pengunjung Blog

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Google Followers