Thursday, April 23, 2015

Tanit

Dewi Bulan bangsa Funisia dan Pontic (Kartaginia). Keberadaanya ditemukan dalam beragam gulungan-gulungan kuno yang ditemukan di sepanjang pantai Utara Afrika. Dewi ini berkaitan dengan kultus penyembahan pada Dewi Astarte. Ia memiliki simbol suci berupa peralatan menyerupai bulan sabit. Dewi ini dijuluki sebagai “dewi penjaga kuil suci.” Di wilayah Kartagia, Tanit merupakan dewi agung tertinggi yang dijuluki sebagai “wakil Baal”, akan tetapi penaklukan bangsa Romawi membuat kultus penyembahannya digantikan oleh penyembahan pada Juno, meski demikian keberadaan Tanit tetap bertahan dengan nama Caelestis. Dewi Ceres juga disembah pada kuil Tanit di Kartagia.
Anat

Dewi Anat di sembah oleh bangsa Funisia dan Kanaan sebagai dewi kesuburan dan dewi perang. Dia merupakan saudari dari Baal. Dalam seni, dewi ini biasanya digambarkan telanjang dengan payudara dan wilayah kemaluannya lebih ditonjolkan. Dia sering dilukiskan mengenakan gaya rambut seperti Dewi Mesir Hathor. Anat sering dijuluki sebagai ibu para dewa dan kekasih langit. Selain sebagai dewi kesuburan, Anat juga merupakan dewi perang yang merupakan pengaruh dari Bangsa Mesir pada awal abad 18 SM. Trait Anat sebagai dewi perang bermula dari Dinasti Hyskos dimana Anat merupakan dewi yang cukup terkenal di wilayah Mesir Bawah tersebut. Sebuah kuil didirikan untuknya di Tanis dan disana dia dipercaya sebagai puteri dewi matahari Ra dengan mengenakan atribut perang seperti tombak, kapak, dan perisai. Gulungan Ras Samra menjulukinya sebagai “Antit” ratu surgawi dan kekasih semua Dewa. Dijuluki sebagai “perawan Anat,” dia sering memuaskan dirinya dengan pesta seks diserta kekerasan bersama para dewa dimana di pahanya mengalir darah dan cairan lain akibat “pesta kekerasan” tersebut. Dia juga merupakan salah satu dari tiga dewi serangkai bersama dengan Athirat dan Asyera.
Astarte

Merupakan dewi kesuburan yang disembah oleh bangsa Funisia di wilayah Lebanon dan Syria pada periode 1500 SM hingga 200 SM. Astarte juga dipercaya sebagai dewi bintang senja, dewi perang dan dewi asmara. Gulungan kuno yang ditemukan di bekas kuilnya di Sidon menggambarkan bahwa Astater merupakan emanasi dari Baal Samin, perwujudan dari kekuatan ilahiahnya. Binatang sucinya adalah sphinx, yang sering digambarkan berada di sisi tahta agungnya. Astarte sering digambarkan dengan baetyls atau tugu batu. Pada masa pendudukan Yunani, kultus Astarte melebur dengan penyembahan terhadap dewi Aphrodite. Sebuah prasasti pada abad 1 SM menyatakan sebuah kuil suci di Delos dipersembahkan untuk Aphrodite yang disebut sebagai dewi suci bangsa Syria. Astarte juga sering digambarkan telanjang mengenakan mahkota tanduk lembu berhiaskan piringan matahari.
Baal Samin

Baal Samin bermakna raja langit yang merupakan dewa tertinggi dalam jajaran pantheon Funisia. Dewa ini kemungkinan berasal dari kebudayaan Kanaan sebagai dewa hujan dan pertanian, namun menjadi terkenal dan dihormati di wilayah Cyprus hingga Kartagia. Julukannya termasuk “pembawa petir”. Nama Baal Samin pertama kali muncul pada sebuah gulungan perjanjian antara Raja Hititu Suppiluliuma dengan Raja Nagmadu dari Ugarit pada abad 14 SM. Kuil suci Baal Samin berpusat di Byblos menurut prasasti kuil itu dibangun oleh Yehemilk. Yosephus mengatakan bahwa kultus Baal Samin masih bertahan hingga menjelang akhir kekuasaan Raja Sulaiman. Di Karateoe, nama muncul sebagai pemimpin para dewa bangsa itu. Sementara itu, di Syria dia digambarkan dengan wujud mengenakan mahkot bulan sabit dengan piringan cahaya matahari di tangannya. Pada masa pendudukan Yunani, dia melebur bersama Zeus sementara bangsa Romawi menyebutnya Caelus.
Dagan

Merupakan dewa kesuburan dan landang gandum bangsa Funisia. Dia juga merupakan Ayah dari Baal pada epos penciptaan yang ditulis dalam naskah Ugarit. Sebuah kuil suci didirikan khusus untuk dewa ini di Mari (Syria) dan dia juga dikenal di sebagian wilayah Mesopotamia sebagai pasangan dari Salas. Dewa ini merupakan dewa utama bangsa Palestina di Gaza dan Asdod. Kultus penyembahannya ini diperkirakan berlangsung hingga sekitaran tahun 150 SM. Kesalahpahaman bangsa Israel terhadap kata Ugarit Dagan menimbulkan asumsi bahwa dia merupakan dewa ikan dan dilukiskan memiliki ekor ikan.
Esmun

Merupakan dewa kesembuhan Funisia yang pertama kali mulai disembah pada Zaman Besi di wilayah Sidon. Kultus penyembahannya kemudia menyebar hingga ke Kartagia, Siprus, dan Sardinia. Pada periode selanjutnya, dewa ini bersinkretasi dengan Melqart dan Asklepios pada periode helenistik. Namanya kemudian juga dikaitkan dengan dewi bumi Celestis.
Hadad

Merupakan dewa cuaca bangsa Funisia di Syria. Dewa ini berasal dari dewa Akkadia Adad. Pada sebuah naskah kuno yang ditemukan di ibukota Kanaan kuno, nama Hadad merupakan nama lain bagi Baal. Suaranya digambarkan laksan auman dari balik awan dan memiliki senja berupa busur petir. Dia merupakan putera Asyerah. Pada periode Helenik, kultus penyembahannya umumnya ditemukan di Ptolemais dan Hierapolis. Pasangannya menurut mitologi syria adalah Atargatis, yang lebih terkenal darinya di Hierapolis. Patung dewa-dewi ini biasnya dibawa dalam arak-arakan kelaut dua tahun sekali. Menurut sejarawan Yahudi Josephus, Hadad juga dipuja di Damaskus pada abad 8 dan 9 SM. Menjelang abad 3 SM, kultus Hadad-Attargis menyebar hingga ke Mesir, disana dia disamakan dengan dewa Sutekh. Dalam tradisi Yunani, dia berubah menjadi Zeus dengan pasangannya Hera.
Melqart

Merupakan dewa ketampanan bangsa Funisia disembah sekitaran tahun 1200 hingga 200 SM. Dia diyakini memiliki kekuasaan atas samudera raya. Informasi mengenai Melqart umumnya ditemukan dari Tyrem dimana dia dianggap sebagai kekasih dari Astarte dan salah satu dari tiga dewa utam bersama dengan Baal Samin dan Astarte. Kultus Melqart berkembang pesat di Kartagia, Syprus dan Mesir. Dia juga dikaitkan dengan Esmun, dewa penjaga kota Sidon. Dalam tradisi Ibrani, dia dikenal sebagai penguasa dunia bawah dan kemungkinan berdasarkan kisah Sumeria tentang Nergal. Pada periode Helenik, dia bersinkretasi dengan dewa matahari, dan Herakles atau Herkules. Pilar di kuilnya di Gadeiea diganti nama menjadi Pilar Herkules oleh bangsa Romawi.


Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Pengunjung Blog

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Google Followers