Tuesday, March 10, 2015

Rabisu

Merupakan sejenis iblis dalam mitologi Babilonia yang suka mengintai di bawah ambang pintu, menunggu untuk menyerang manusia. Rabisu memiliki arti “mereka yang berbaring menunggu.” Jenis iblis ini sangat ditakuti pada masa Babilonia kuno. Untuk mengusirnya, para penduduk meletakkan sebuah mangkuk terbalik yang berisi tulisan mantra-mantara di sudut fondasi rumah mereka. Pintu yang terkunci dan berpalang tidak bisa menghentikan mereka. Mereka bisa menyelinap ke bawah pintu seperti ular dan menembus celah jendela seperti angin. Rabisu juga suka berdiam diri di atas atap atau beranda untuk mencari korban berupa bayi-bayi yang baru lahir.
Pazuzu

Merupakan dewa iblis bangsa Assyria dan Babilonia pada abad pertama sebelum masehi. Ia mendatangkan penyakit, wabah, dan malapetaka ke rumah-rumah penduduk. Pazuzu memiliki kaki elang, cakar singa, kepala anjing, ekor kalajenging, dan empat sayap. Pazuzu menguasai daratan gurun tandus Arabia dan terkadang juga dipanggil sebagai pelindungi dari penyakit udara. Untuk mengusirnya, bangsa Babilonia meletakkan sosok kepala Pazuzu menghadap keluar rumah di atas jendela. Pazuzu musnah ketika kelahiran iblis Lamastu di dunia bawah. Dalam novel dan film The Exorcist, Pazuzu adalah sosok iblis yang merasuki Regan.
Lamastu

Merupakan dewi bangsa Babilonia dan Assyria dengan sosok dan kelakuan seperti iblis. Lamastu memiliki arti “iblis betina”. Dia memiliki wajah yang menakutkan, dengan kepala singa, gigi keledai, tubuh berbulu, payudara besar, tangannya berkuku panjang dengan noda darah serta memiliki kaki seperti burung. Terkadang ia juga muncul dengan wujud bertelinga keledai. Ia menyusui babi dan memegang ular. diyakini, Lamastu berada terapung pada sebuah perahu di sungan dunia bawah. Lamastu dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada manusia. Sama dengan Lilith, ia juga mencari mangsanya di antara-antara, wanita hamil, wanita yang sedang melahirkan, dan bayi yang baru lahir. Dia suka mencuri bayi dari para pengasuh mereka. Wanita melindungi diri mereka dari iblis ini dengan cara menggunakan jimat terbuat dari perunggu dengan hiasan kepala Pazuzu. Ia juga bisa diusir dengan kelabang dan peniti.
Utukku

Merupakan sejenis iblis dalam mitologi Babilonia yang bisa baik ataupun jahat. Kelompok jahat dikenal dengan julukan “Sang Tujuh” dan merupakan anak dari dewa langit, An, dengan dewi bumi Nergal. Dalam tradisi Akkadia, Utukku merupakan pelayang dewa dunia bawah, yang memiliki tugas untuk menjemput korban-korban persembahan dari manusia, khususnya persembahan berupa darah, hati, dan organ tubuh binatang lainnya. Utukku yang jahat dinamai “ekimmu” sementara yang baik “shedu”.
Azhi Dahaka

Dalam tradisi Persia dan Babilonia,  Azhi Dahaka sosok iblis ular. Azhi Dahaka ialah Zohak dalam kitab Avesta tentang mitologi penciptaan dunia menurut Zoroaster, dia merupakan personifikasi dari Sang Kejahatan. Namanya memiliki arti “ular berbisa”. Iblis ini diciptakan oleh Angra Mainyu atau Ahriman untuk melayaninya. Dia memiliki tiga kepala, tiga rahang yang mewakili penderitaan, kemalangan dan kematian’ enam atau delapan belas mata; taring; dan sayap. Di dalam tubuhnya terdapat laba-laba, ular, kalajengking dan makhluk berbisa lainnya yang jika dilepaskan akan menghancurkan seluruh dunia. Azhi Dahakan juga digambarkan dengan wujud manusia dengan dua ekor ular berbisa melingkar dilehernya.
Dumah

Merupakan malaikat kediaman, kekakuan maut, dan penghukuman; ia juga merupakan ruh penjaga Mesir. Nama Dumah memiliki makna “keheningan”. Ia merupakan pangeran neraka yang di dalam legenda Babilonia menjaga gerbang ke-14 dunia bawah. Kitab Kabalah Zohar mengatakan bahwa Dumah merupakan Pemimpin Gehenna dengan sepuluh ribuh malaikat pembawa azab di bawah kendalinya dan 12,000 miliar pelayan lainnya untuk menghukum para pendosa. Dumah melepaskan ruh-ruh orang mati baik pendosa maupun tidak ke dunia pada setiap malam tahun pertama setelah kematiannya.
Lilitu

Kelompok iblis babilonia yang terdiri dari iblis jantan lilu dan iblis betina lilitu dan ardat lili. Lilu dan lilitu menghantui gurun-gurun pasir dan suka mengganggu wanita hamil dan bayi. Ardat lili tidak bisa melakukan hubungan seksual untuk melampiaskan dendamnya ini ia membuat para pemuda impoten. Selain itu ia juga membuat para wanita mandul. Ardat lili dipercaya memiliki wujud manusia berekor kalajengking.
Ekimmou

Tradisi mengenai Ekimmou bisa ditemukan di Babilonia kuno, Mesir dan Inuit. Ekimmou memiliki temperamen yang tinggi dan ditakdirkan untuk mengelanai dunia karena takkan bisa menemukan dunia. Memiliki penampilan seperti hantu, ia menyerang manusia secara membabi buta sampai korbannya tersebut tewas. Dia juga dipercaya mengikuti manusia selama bertahun-tahun untuk menghantui mereka. Ekimmou tercipta karena proses pemakaman yang tidak sesuai ketentuan seperti seseorang tidak dikuburkan secara layak, ketika keluarga si mayat tidak memberikan korban pemakaman dengan cukup, atau karena mayat tersebut tidak dikubur sama sekali. Selain itu, Ekimmou juga bisa berasal dari wanita yang meninggal ketika hamil atau melahirkan, wanita yang tidak pernah merasakan cinta, atau seseorang yang meninggal karena kelaparan, mati kepanasan atau ditinggalkan oleh keluarga.
Belili

Belili pada awalnya merupakan salah seorang dewi yang dipuja dalam agama Sumeria Kuno. Namun, bangsa Babilonia menganggapnya sebagai dewi Vampir. Belili berkaitan dengan praktek pelacuran Kuil suci dan sering diberikan korban berupa anak-anak yang dibakarkan kedalam api persembahan. Beberapa sumber mengatakan, Belili memiliki kemampuan dan perilaku seperti Succubus. Banyak yang mempercayai, Belili merupakan konsepsi awal masyarakat mengenai Lilith.



Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Pengunjung Blog

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Google Followers