Sunday, January 18, 2015

Itzam Na

Itzam Na merupakan dewa utama sekaligus dewa pencipta dalam mitologi suku Maya. Dia tinggal di langit dan menurunkan hujan. Menurut tradisi kepercayaan suku Mata, dunia terletak disebuh rumah yang sangat besar, tembok dan atapnya dibentuk dari empat ekor iguana besar yang memikulnya. Masing-masing binatang ini memiliki warna berbeda. Di wilayah Chichen Izha persembahan secara teratur diberikan kepada buaya yang diyakini sebagai personifikasi dewa ini. Itzam Na kemungkinan sama dengan Hunab Ku, yang dalam beberapa tulisan dianggap sebagai ayahnya. Dia juga dilukiskan dengan wujud manusia.
Izanagi No Kami

Dalam agama Shinto, Izanagi No Kami merupakan dewa pencipta dan salah satu dari tujuh belas dewa yang terlibat dalam penciptaan. Pasangannya adalah Izanami no Kami. Mereka bertanggung jawab kepada lima belas dewa lainnya untuk menciptakan dan memberikan kehidupan ke sebuah daratang terapung. Kedua dewa ini diberikan tombak surgawi yang dengannya mereka berdiri di atas jembatan surga yang mengapung, mendayung air dengan tombak tersebut. Ketika tombak itu ditarik keluar, dari tetesan air yang menetes dari ujung tombak tercipta pulau Onogoro, pulau yang pertama kali tercipta. Menurut Mitologi, kedua pasangan dewa ini, mencipatkan dua makhluk yaitu seorang putera Hiruko dan sebuah pulau Ahaji. Melalui kedua makhluk ini, keempat belas pulau jepang lainnya terjadi dan kemudia mereka pergi menciptakan Pantheon Kami. Keturunan Izanagi yang lainnya ialah Amaterasu, dewi matahari, yang terlahir dari hidungnya dan Susanowo, dewa badai, yang terlahir dari mata kirinya yang merupakan penguasa alam semesta.
Keawe
Merupakan dewa pencipta dalam mitologi Hawai. Dewa ini tinggal di jurang kehampaan Po. Di sana, Keawe merubah kekacauan menjadi kosmos yang teratur. Dia menciptakan langit dari tutup calabashnya (kendi air) dan matahari diciptakan dari piringan oranye yang disimpan di dalam calabash tersebut. Putera pertama Keawe adalah Kane, dewa cahaya, dan puterinya adalah Na Wahine. Dia kemudian melakukan incest dengan Na Wahine untuk menciptakan dewa dan dewi tertinggi Patheon Hawai, Ku, Lono dan Kanaloa yang juga dikenal dengan dewa tiga serangkai.
Amma

Dewa ini merupakan pencipta alam semesta dalam kepercayaan bangsa Mali Afrika Barat. Pertama kali, dia menciptakan matahari dengan cara membakar belanga sampai putih memanas dan meletakkan sebuah sabuk tembaga melingkar di belanga tersebut. Dia juga menciptakan bulan dengan cara yang sama tapi menggunakan kuningan. Orang kulit hitam diciptakan dari cahaya matahari dan kulit putih dari cahaya rembulan. Selanjutnya, setelah menyunat dewi bumi yang dengan klitorisnya tercipta sarang semut, Amma menghamili sang dewi bumi yang melahirkan makhluk pertama, serigala. Lalu, dia menyuburinya dengan air hujan untuk menciptakan tumbuh-tumbuhan dan pada akhirnya menjadi Bapak Umat Manusia.
Amun

Amun merupakan dewa matahari dan pencipta dalam Mitologi Mesir sekaligu Raja langit dan Bumi. Dia dipandang sebagai dewa kuno yang ikut serta dalam penciptaan semesta dan merupakan salah satu dari delapan Ogdoad serta berpasangan dengan dewi Amaunet. Amun dilukiskan dengan wujud Firaun berkuli biru mengenakan modir (sorban). Ritus penyembahannya ditemukan wilayah Mesir Atas dan Mesir Bawah. Beberapa kuil yang dibangun untuk Amun antaranya berada di Amada, Soleb, Gebel Barkal, dan Abu Simbel. Amun juga sering digambarkan dengan sosok domba bertanduk bengkok. Angsa Nil juga merupakan hewan sucinya. Pada abad 16 SM, Amun dianggap sebagai penjelmaan dari dewa matahari kuno Heliopolis yang menyebabkan popularitas dewa ini meningkat dan beroleh gelar “raja para dewa”. Di Thebes, dia dihormati sebagai dewa ular. Amun digambarkan dengan sosok ithyphallic (berpenis ereksi) yang kemungkinan berasal dari anggapan bahwa dia merupakan “dewa pertama”, dia tidak memiliki ayah dan karenanya dia harus menghamili ibunya dalam proses penciptaan.
Archon

Dalam kosmogoni Gnostik, Archons merupakan penguasa pertama sekaligus pencipta alam semesta. Kosmogoni Gnostik menyatakan bahwa Tuhan Israel bukanlah satu-satunya pencipta tetapi merupakan hasil ciptaan dari kekuatan tirani surgawi sebelumnya dan pada akhirnya terlibat dalam konflik antara terang dan kegelapan. Archon merupakan pencipta pertama umat manusia yang diciptkan tanpa jiwa. Sumber-sumber mengenai Archon ini ditemukan dalam teks-teks gnostik Nag Hammadi yang kemungkinan berasal dari abad ke-3 atau 4 Masehi dan terpengaruh oleh pemahaman filsafat Yunani.
Atl

Dewa ini merupakan pencipta alam semesta dalam mitologi suku Aztec di Meksiko kuno. Dewa matahari ini mewakili zaman keempat dari lima zaman dunia yang masing-masing zaman berlangsung selama 2.208 hitungan tahun surgawi. Selain itu, Atl juga dipercayai sebagai dewa air dan menghuni Chalchiuhtlicue. Menurut tradisi, zaman dunia akan berakhir dalam sebuah kehancuran semesta karena banjir besar dan semua manusia akan berubah menjadi ikan.
Atum

Atum salah satu dari dewa pencipta dalam mitologi Mesir yang besar dari zaman pra-Dinasti. Atum tinggal di Heliopolis bersama dewa matahari lainnya, Re dan kemudian bersatu menjadi Atum-re atau Re-Atum. Dewa ini tercipta dari Samudera Azali dan dengan bermasturbasi dia juga menciptakan dua dewa semesta lainnya, Su dan Tefnut, yang juga membentuk jajaran sembilan dewa di Pantheon Heliopolis, Ennead. Atum sering dilukiskan dengan sosok manusia mengenakan mahkota. Dia dianggap sebagai leluhur dari para Firaun Mesir.
Baiame
Baiame dipercaya oleh suku Aborigin Australi sebagai pencipta alam semesta. Suaranya terdengar seperti lenguhan lembu dan menurut mitologi dia pertamkali menciptakan Binatang ketika dia bermimpi dan mengumpulkan mereka semua untuk memilih karakteristik binatang-binatang tersebut yang akan dimasukkan ke dalam manusia. Dia menciptakan dua pria dan satu wanita dari tanah merah Austraila, dan menunjukkan mereka tumbuh-tumbuhan yang bisa mereka makan. Selain itu, dia juga memberikan mereka hukum-hukum yang harus diikuti. Dia merupakan ayah dari Daramulum dan dipercaya tinggal di surga rasi bintang salib selatan.
El

Merupakan dewa pencipta dalam kepercayaan bangsa Kanaan dan disembah oleh suku-suku Ibrani yang tinggal di wilayah utara Palestina. Menurut teks Ugarit, dia merupakan putera dari El-EB (Dewa Bapa). Dalam teks-teks alkitab, nama El digunakan untuk merujuk kata “Tuhan”.  Beberapa meyakini bahwa El kemungkinan sekumpulan dari ruh pencipta yang berasal dari kepercayaan suku-suku utara. El dikatakan berwujud seperti manusia bisa meliaht, mendengar dan menyentuh. Di Israel sekitaran tahun 922 SM, sosok El digambarkan dengan wujud anak Lembu. Suara El konon dipercaya seperti gemuruh, awan-awan merupakan keretanya dan dia menghujani gunung dari air surgawi.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Pengunjung Blog

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Blog Archive

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Google Followers