Sunday, November 30, 2014

Di bawah cahaya mentari dan rembulan, bangsa Manusia terbangun. Elf menjuluki mereka Edain, anak kedua ciptaan Iluvatar. Sementara itu, Fingon, putera Fingolfin, berusaha menyelamatkan Maedhros dari menarae Thangorodrim. Dengan bantuan Thorondor, Raja Elang, ia berhasil menyelamatkan sepupunya tersebut. Sebagai ungkapan terimakasihnya, Maedhros mengangkat Fingolfin dan para keturunanya sebagai raja tertinggi Noldor di Middle-earth. Akan tetapi, para saudaranya tidak senang dengan tindakannya ini dan Maedhros merasakan akan terjadi pertentangan di antara kerabatnya memindahkan mereka ke Mithrim.

Vala Ulmo memberikan kepada Turgon, putera kedua Fingolfin, sebuah mimpi. Mimpi yang menunjukkan padanya sebuah tempat dia bisa aman dari kekuatan Melkor. Di tempat itu, Turgon secara diam-diam pindah bersama banyak Elf Noldor lainnya. Tempat itu dikenal dengan nama Gondolin, kota besar yang tersembunyi. Di Angband, Morgoth mendengan berita bersatunya Elf Noldor dan kerajaan-kerajaan mereka. Dia menyerang mereka dengan pasukan Orc akan tetap pasukan Fingolfin dan Maedhros sudah siap siaga. Dengan cepat, mereka mengalahkan pasukan Orc morgoth dan melancarkan serangan ke Angband tapi mereka tidak berhasil menaklukkan Angband. Salju dan es Pegunungan Besi mempersulit kelancaran serangan itu. Dagor Aglareb, pertempuran gemilang, berakhir.

Morgoth menyadari Orcnya bukanlah tandingan seimbang bagi kekuatan Elf dan mulai mencari cara menciptakan makhluk yang lebih mematikan. Setelah seratus tahun percobaan, ia menciptakan naga pertama, Glaurung. Ketika pertama kali diluncurkan dalam perang ia masih muda dalam hitungan usia naga dan tumbuh ke ukuran dan kekuatan sempurna, dan sisiknya masih rentan terhadap senjata. Tapi keberadaan dan kekuatannya menggentarkan para Elf dan mereka dipukul mundur dari Ard-Galen. Kemenangan ini hanya singkat karena Fingon berhasil memukul mundur Glaurung ke Angband. Morgoth tidak senang karena Glaurung muncul  ketika ia belum terlalu kuat dan tidak membiarkan adanya serangan lain dari Angband selama dua ratus tahun. Kemudian Morgoth membuka perbatasan Angband mengirimkan aliran api menghanguskan padang Angfaulith. Banyak Elf tewas ketika mereka menyelamatkan diri dari aliran api dan asap ini. Mereka menyebut ini Dagor Bragollach, serangan api tiba-tiba.

Balrog menyerang dataran tinggi Dorthonion sekarang dipimpin oleh Glaurung yang telah dewasa. Dia memimpin Balrog dan Orc menuju kemenangan dan menembus pertahanan Elf. Maedhros dan saudara-saudaranya putera Feanor, terpecah belah dan pasukan Morgoth bergerak menuju arah utara. Ketika Fingolfin mendengar serangan di Angalfuith yang -menewaskan banyak Noldor, ia menyeberangi asaap-asap reruntuhan Angalfuith menuju Angband dan menantang Morgoth bertarung. Mereka terlibat dalam pertarungan sengit. Fingolfin melukai Morgot tujuh kali. Tapi ia bukanlah lawan seimbang bagi Penguasa Kegelapan. Fingolfin tewas di tangan Morgoth.

Setelah kematian Fingolfin, Sauron, pelayan Morgoth paling setia, menaklukkan Tol Sirion. Beberapa tahun berikutnya, Noldor dan Edain kehilangan seluruh wilayah utara memaksan mereka mempertahankan Hithlum, Himring, dan Nargothrond. Gondolin masih tersembunyi dan belum bisa diserang. Pada periode inilah, Beren dari Rumah Beor kaum Edain jatuh cinta dengan Luthien, Puteri Elf Sindar dan anak dari Raja Thingol dengan Maia Melian. Thingol tidak ingin puterinya menikahi Beren dan memberikannya sebuah persyaratan yang mustahil. Dia ingin Beren mengambil Silmaril sebagai syarat menikahi Luthien. Meskipun terkesan mustahil, Beren berangkat menuju Angband karena cintanya yang begitu besar kepada Luthien. Meskipun Thingol melarangnya, Luthien kemudian pergi menyusl Beren ke Angband. Dalam perjalananya, Beren bergabung dengan Raja Finrod, Raja Tertinggi Gondor putera Fingolfin,  dan pasukannya. Dalam perjalanan mereka ke Angband, mereka ditangkap oleh pelayan Sauron dan ditawan. Satu demi satu, mereka dibunuh oleh manusia serigala hingga yang masih hidup hanya Beren dan Finrod. Ketika serigala Sauron menyerang Beren, Finrod memutuskan belenggunya dan menghadapi serigala itu hingga mereka berdua tewas.

Tak lama berselang, Luthien dan Huan, serigala, tiba di Angband untuk menyelamatkan Beren. Sauron berubah wujud menjadi serigala raksasa dan menyerang mereka. Tapi Huan mengalahkannya, Sauron melahirkan diri dengan wujud vampir kelelawar raksasa. Dengan sihir, Beren dan Luthien berubah wujud menjadi kelelawar Thuringwethil dan serigala Drauglin yang telah dikalahkan Huan. Dengan demikian, mereka berhasil masuk ke dalam Angband bahkan mencapai tahta kelam Melkor. Di sana, Luthien menyanyikan sebuah lagu yang membuat Penguasa Kegelapan tertidur. Dengan tertidurnya Morgoth, Beren berhasil mengambil Silmaril dari mahkota Morgoth. Pada akhirnya, Silmari berhasil sampai di Doriath dan diserahkan kepada Raja Thingol. 

Bersambung ke bagian 5
Melkor menebarkan kebohongan bahwa Fingolfin berambisi untuk menjadi pewaris sah Finwe dan merebut Silmaril. Akibatnya, Feanor dan Elf Noldor lainnya mulai menempa banyak senjata dan Feanor menyatakan secara terbuka ia akan membebaskan Noldor dari perbudakan Valar. Ketika Valar mengetahui ini dan ancaman yang akan menimpa Fingolfin, mereka mengasingkan Feanor dan putera-puteranya ke Utara Valinor. Tak lama kemudian, Valar juga mengetahui bahwa Melkor berada di balik semua kejadian itu dan mereka pergi mencarinya. Tapi Melkor melarikan diri ke wilayah utara dengan wujud seperti awan. Di sana, ia mencoba merebut Silmaril dari Feanor. Melkor menawarkan bantuan kepada Feanor untuk melarikan diri dari Valinor tapi ketika ia menyebut-nyebut tentang Silmaril, Feanor menyadari rencana jahatnya dan mengutukinya. Melkor tidak berani menyerang Feanor, lalu ia pergi dengan hatinya dipenuhi kebencian kepada Feanor.

Melkor melarikan diri ke sebuah gunung, di sana ia meminta bantuan kepada Ungoliant, sesosok makhluk kuno kegelapan dalam wujud laba-laba raksasa. Melkor menawarkan cahaya dua pohon Valinor jika ia mau membantunya. Berselimut di bawah kegelapannya, Ungoliant dan Melkor berhasil mencapai Dua Pohon Valinor. Ungolian melahap pohon itu dan meracuninya. Tapi ia masih merasa lapar dan meminum habis Telaga Vala Varda. Sekarang Aman hanya diterangi oleh cahaya bintang. Valar tidak bisa mengetahui seranga mereka karena mereka sedang menghadiri sebuah pesta jamuan.

Kegelapan pekat mulai menjalar ke Utara. Di sana Melkor membunuh Finwe dan mencuri Silmaril kemudian kabur ke Middle-earth. Ketika bayang-bayang kegelapan menjalari Middle-earth, Melkor takut kepada Ungoliant karena dia telah memperoleh banyak kekuatan dari cahaya pohon Valinor. Di dekat Angband, Melkor menyuruh Ungoliant pergi jauh darinya, tapi ia menolak dan meminta Silmaril untuknya. Karena Melkor tidak mau memberikan Silmaril padanya, Ungoliant menangkapnya dan berusaha membunuhnya. Melkor berteriak kesakitan. Teriakannya didengar oleh Balrog di Angband. Pasukan Balrog menyerang Ungoliant dan membebaskan Melkor.

Ketika Finwe terbunuh dan Silmaril dicuri, Feanor sedang menghadiri pertemuan dengan Valar. Ketika ia mendengar kabar tersebut, ia mengutuki Melkor dan menamainya Morgoth. Kemudian ia dan puteranya bersumpah atas nama Iluvatar untuk kembali merebut Silmaril, tak peduli apa akibatnya dan siapapun yang memilikinya. Feanor yang kini Raja Noldor menyampaikan sebuah pidato mengobarkan semangat Noldor. Dia menyalahkan Valar atas perbuatan Morgoth dan membujuk mereka ikut ke Middle-earth bersamanya untuk bertarung merebut Silmaril.

Mereka berangkat menuju pantai Aman, tempat kediaman Elf Teleri. Mereka meminta Elf Teleri meminjamkan kapal untuk menyeberangi Samudera ke Middle-earth. Tapi karena Teleri menolak, Feanor dan Noldor lainnya menyerang mereka. Pertarungan berlangsung seimbang hingga kedatangan rombongan Fingon. Mereka beranggapan Teleri menyerang Noldor atas perintah Valar. Dengan bantuan mereka, Pertarungan dimenangkan dan banyak Teleri terbunuh. Elf Noldor berhasil mencapai Utara Aman yang dingin dan ditutupi es. Karena kapal tidak cukup, rombongan dibagi dua. Rombongan Feanor dan putera-puteranya pertama kali menggunakan kapal menyeberangi Samudera. Akan tetapi, ketika sampai di Middle-earth Feanor dan putera-puteranya membakar kapal tersebut membiarkan rombongan Fingolfin dan putera-putera Finarfin terjebak di daratan Es.

Ketika rombongan Fingolfin dan putera-putera Finarfin menyadari mereka telah dikhianati. Mereka kemudian memutuskan untuk berjalan di atas daratan es yang dingin tersebut untuk mencapai Middle-earth. Setelah mencapai perjalanan panjang dan keras, mereka berhasil mencapai Middle-earth. Sementara Elf Noldor menyebrangi daratan Es Aman, Morgoth tinggal di Angband dimana Sauron dan Gothmog telah lama membiakkan Orc. Melkor ingin menguasai Middle-earth lebih awal, dan mengirim para pasukannya berperang. Dia menyerang Beleriand, wilayah kekuasaan Elu Thingol. Membutuhkan bantuan, Raja Elu Thingol memanggil para pasukan Elf Hutan. Bersama mereka berhasil membendung serangan Morgoth tapi banyak korban berjatuhan.

Pertempuran di bawah bintang merupakan peperangan kedua Morgoth dengan kaum Elf. Pertempuran diawali ketika rombongan Noldor pimpinan Feanor sampai di Middle-earth. Morgoth ingin menghancurkan Noldor sebelum mereka bersiap-siap. Meskipun Orc Morgoth mengungguli jumlah pasukan Noldor, Elf Noldor masih diberkahi oleh Cahaya Terang Valinor dan mengalahkan pasukan Morgoth. Banyak Orc yang terbunuh, dan dalam kemurkaanya, Feanor mengejar kelompok kecil Orc yang selamat. Akan tetapi, keadaan berubah ketika Balrog diluncurkan dari menara Thangorodrim. Feanor berdiri teguh dan lama bertarung sendirian, hingga pada akhirnya ia terluka. Akan tetapi, ia berhasil diselamatkan oleh puteranya sebelum  Balrog membunuhnya. Tetapi, ia tewas karena luka yang parah.

Pada saat yang sama , Rembulan terbit di Middle-earth dan rombongan Noldor pimpinan Fingolfin tiba di daratan Middle-earth. Pasukan Feanor mengejar sekelompok Orc hingga mereka dikalahkan. Pertempuran ini menjadi manis sekaligus pahit bagi elf  Noldor, manis karena mereka berhasil menhancurkan pasukan Morgoth dalam satu serangan, pahit karena kehilangan raja mereka Feanor. Tak lama kemudian, Morgoth berhasil menjebak Maedhros, putera sulung Feanor. Dia ditawan dan digantung terbalik di menara Thangorodrim dalam kesakitan teramat sangat.  Valar tergerak oleh kesetiaan para Elf, tapi tidak memutuskan untuk terlibat dalam pertempuran mereka. Akan tetapi, mereka menciptakan Matahari dan Rembulan sebagai sumber cahaya terang bagi Middle-earth. Setelah itu, mereka menutup jalan ke Aman.

Bersambung ke bagian 4

Thursday, November 27, 2014

Sementara Valar tengah sibuk membangun dan memperindah tempat tinggal mereka di Valinor, Melkor membangun benteng kedua dikenal dengan Angband. Benteng itu berada di dalam Pegunungan Besi dan dikomandoi oleh Sauron yang merupakanpelayan terhebat Melkor. Ketika Valar mengetahui kedatangan Elf dan perbuatan jahat Melkor terhadap para Elf, mereka berunding apa yang harus dilakukan. Akhirnya disepakati mereka akan pergi memerangi Melkor dan segera berangkat dari Aman. Perang pertama kali pecah di wilayah barat Middle-earth lalu pindah ke Utumno. Di akhir peperangan, Tulkas berhasil mengalahkan Melkor. Dia diikat dengan rantai Angainor, rantai yang dibuat oleh Vala Aule untuk menangkapnya. Valar membawa Melkor ke Valinor disana dia memohon ampun kepada mereka. Tapi Valar menolaknya, dan Melkorpun dipenjarakan selama tiga Zaman Dunia.

Karena Middle-earh masih diselimuti kegelapan, hanya disinari oleh bintang-bintang, Valar memutuskan sebaiknya Elf dipindahkan ke Aman atau Valinor. Akan tetapi, kebanyakan mereka menolak tawaran Valar tersebut. Valar memilih tiga Elf untuk menjadi utusan dan merekapun pergi ke Valinot. Para Elf tersebut ialah Elwe dari golongan Teleri, Ingwe dari golongan Vanyar dan Finwe dari golongan Noldor. Ketika golongan Elf tersebut memutuskan pindah ke Valinor dan dikenal dengan Eldar. 

Dalam perjalanan pindah ke Valinor, Elwe jatuh cinta pada Melian dan memutuskan untuk tetap tinggal Di Middle-earth. Dia menyebut dirinya Elu Thingol dan memimpin Elf Sindar Doriath. Di Valino, Miriel, Istri Finwe, Melahirkan Feanor dan kemudian kelelahan dan ia memutuskan beristirahat di Balairung Mandos. Finwe kemudian menikahi Indis, Elf Vanyar. Mereka memiliki empat anak, dua putera dan dua puteru yaitu Fingolfin, Finarfin, dan Findis, Irime. Setelah tiga zaman berlalu, Melkor dibebaskan dari tahanannya. Para Valar percaya bahwa kejahatannya telah hilang dan membiarkannya tetap tinggal di Aman.

Tapi Melkor masih memiliki kejahatan di hatinya, dan ia mulai merusak hati para Elf, menyebarkan kebohongan bahwa Valar membawa mereka ke Aman untuk diperbudak dan tidak boleh menguasai daratan subur Middle-earth. Bayang kegelapanpun menyelimuti hati para Elf terutama Noldor. Pada masa inilah, Feanor membuat tiga permata Silmaril. Tiga permata dengan keindahan tak ada tandingannya, bahkan Vala Aule sekalipun tak bisa menandinginya. Permata itu berisi cahaya terang dua pohon Valinor.

Bersambung ke bagian 3
Pada mulanya Eru, Yang Esa, di dalam bahasa Peri dikenal dengan Iluvatar menciptakan Ainur dari buah pikirannya; dan memerintahkan mereka memainkan tembang musik di hadapannya. Dari musik inilah dunia tercipta; karena Iluvatar memperlihatkan wujud musik itu kepada para Ainur. Iluvatar memberikan mereka penglihatan, penciptaan dunia, dikenal dengan nama Ea.  Para Ainur yang menginginkannya diperbolehkan datang ke dunia itu. Maka muncullah Valar dan Maiar, Ainur yang turun ke Ea dari kediaman Iluvatar. Lama mereka bekerja di Ea hingga Arda sempurna tercipta, Kerajaan Dunia. 

Melkor atau Morgoth ialah yang paling sakti dan kuat di antara semua Ainur. Akan tetapi, ia diselimuti kegelapan dan menjadi musuh besar Arda. Ketika Melkor turun ke dunia, ia berperang melawan Ainur lainnya. Empat belas dari Ainur agung ini dikenal dengan sebutan Valar, Penopang Arda. Selama beberapa saat, Melkor berperang sendirian melawan Valar dan dia mengungguli mereka semua. Lalu, datanglah Tulkas dengan kekuatan mengimbangi Melkor dan turun ke dunia untuk membantu Valar.   Melkor dikalahkan, ia melarikan diri dan menaruh benci dendam kepada Tulkas.

Setelah Melkor dikalahkan Tulkas, Valar berhasil menyelesaikan pekerjaan mereka menciptakan Arda. Arda masih belum berpenghuni dan Valar meneranginya dengan buah lampu yang dipasang pada dua menara besar, Illuin dan Ormal. Pancaran cahaya kedua lampu itu menerangi seluruh wilayah Arda. Saat tulkas beristirahat dan tidak berjaga-jaga karena lelahnya, Melkor bersama rombongannya menyusup ke Arda. Dia secara diam-diam menggali Arda kemudian membuat benteng pertahanan di dalam perut bumi,Utumno. Tak lama berselang, kematian dan kemalangan menghancurkan semua yang tumbuh subur di Arda, Binatang saling bertarung dan bunuh membunuh. Valar kemudian tahu bahwa Melkor telah kembali dan mencari tempat persembunyiannya. Akan tetapi Melkor dan pasukannya menyerang mereka terlebih dahulu. Melkor menghancurkan dua lampu penerang Arda yang menyebabkan dunia dikobari api dan diluapi air.   Bentuk simetris Arda rusak. Di tengah kegelapan dan huru hara, Melkor melarikan diri kembali ke Utumno.  Valar tidak bisa menghukumnya karena kekuatan mereka dibutuhkan untuk menyelamatkan di dunia dari ambang kehancuran.

Para Valar terpaksa meninggalkan Middle-earth dan pindah ke Aman. Untuk mengembalikan cahaya ke dunia, Vala Yavanna menyanyikan lagu menciptakan dua Pohon, Telperion perak dan Laurelin emas. Vala Varda mengumpulkan embun dari pohon tersebut dan menjadikan mereka bintang. Bintang yang diciptakan tidak hanya sebagai pelita harapan tetapi juga menjadi petunjuk untuk masa depan. Di bawah cahaya bintang-bintang inilah, Elf dibangukan oleh Iluvatar. Melkor ialah yang pertama kali mengetahui kedatangan Elf. Dia segera mengutus ruh-ruh jahat ke pada para Elf, menebarkan benih keraguan di antara mereka terhadap Valar. Banyak Elf yang diculik dan dibawa paksa ke Utumno untuk diubah menjadi Orc. 

Tuesday, November 25, 2014


Ras kaum kurcaci Middle-earth diturunkan dari tujuh Leluhur Kurcaci. Mereka merupakan kaum sukar untuk ditaklukkan, bertubuh besar, dan keras kepala. Yang paling tua di antara mereka semua ialah Durin, ia terbangun di Gunung Gundabad Pegunungan Berkabut, di dekat tempat ia menemukan Khazad-dum, nanti dikenal dengan Moria. Tujuh Leluhur Kurcaci diciptakan oleh Vala Aulë. Aulë adalah salah satu dari Valar dan bertugas membentuk Arda. Ia menciptakan kurcaci karena ketidaksabarannya menanti kedatangan Anak-anak Iluvatar, Elf dan Manusia. Iluvatar memaafkannya dengan syarat Kurcaci harus terbangun setelah kedatangan kaum Elf.

Dua leluhur Kurcaci ditidurkan di dekat Gunung Dolmed Pegunungan Biru. Mereka menurunkan Kurcaci Broadbeams dan Firebeard yang tinggal di Nogrod dan Belegost. Empat Leluhur lainnya ditidurkan di timur jauh Pegunungan Merah. Dua dari mereka ditidurkan di perbatasan utara sementara dua lainnya di perbatasan selatan. Mereka menurunkan Kurcaci Ironfist, Stiffbeard, Blacklocks dan Stonefoots. Kebanyakan kejadian di Middle-earth berpusat pada Longberad, keturunan Durin. Di Kheled-zaram, Durin melihat bayangannya di atas telaga memakai makhkota. Ia menganggap itu sebagai pertanda untuk membangun Khazad-dum, tambang kurcaci. Di sana ia mendirikan tahtanya dan menjadi Raja Durin yang Abadi. Seperti di tempat lain, Kurcaci menggali dalam ke bawah pusat gunung untuk mendirikan kediaman mereka di sana, dan menemukan sumber kekayaan, emas dan Mithril. Gerbang-gerbang tambang mereka dibiarkan terbuka karena waktu itu bayang-bayang kegelapan belum menyelimuti Middle-earth dan juga tidak ada tanda-tanda keberadaan Balrog.

Akan tetapi pada Zaman Pertama, Bayang-bayang Morgoth kembali menyelimuti Middle-earth. Kaum kurcaci, yang sebelumnya mengadakan perdagangan dengan Kaum Elf, berjuang bersama menghadapi Morgoth. Sepanjang kurun waktu peperangan Di Beleriand, banyak Kurcaci yang terbunuh. Meskipun begitu, pasukan Kurcaci memiliki pertahanan yang kuat disertai baju perang dan senjata yang ampuh.  Selama Battle of Unnumbered tears hanya Kurcaci Belegost yang bisa memukul mundur Naga Glaurung. 

Di Zaman Pertama juga, Raja Elf Thingol memiliki Nauglamir, kalung Kurcaci untuk Finrod Felagun , yang diberikan kepadanya oleh Hurin dan permata Silmaril yang direbut oleh Beren dari mahkota Morgoth.  Thingol memerintahkan Kurcaci Nogrod merangkaikan Silmaril ke Nauglamir dan mereka melakukannya, namun mereka terpengaruh oleh keindahannya dan menuntut kalung beserta permata itu buat mereka. Ketika Thingol menolak permintaan itu, mereka membunuhnya dan membawa kabur Nauglamir. Kejadian ini menjadi penyebab runtuhnya Doriath. Zaman pertama berakhir dengan dikalahkannya Morgoth ketika War of Wrath (Perang Murka). Perang terjadi begitu hebatnya sehingga  daratan barat Pegunungan Biru hancur dan tenggelam ke dasar samudera.  Hancurnya daratan ini menjadi penyebab hancurnya dua kota besar Kurcaci, Belegost dan Nogrod memaksa para penghuninya untuk mengungsi. Kebanyakan dari Kurcaci Firebeards dan Broadbeams berpindah Khazad- dum.

Pada Zaman kedua, Sauron menjadi musuh baru bagi bangsa-bangsa merdeka Middle-earth. Seperti Manusia dan Elf, Kurcaci juga terkena tipu daya oleh Sauron. Mereka dihadiahi tujuh cincin sakti, yang paling sakti dipakai oleh Durin III. Namun berbeda dengan Manusia, Cincin itu tidak membuat Kurcaci tunduk dan takluk pada kehendak Sauron.  Khazad-dum menjadi tempat yang aman sentosa hingga penemuan Mithril yang mengakibatkan terusiknya Balrog di bawah kegelapan perut bumi.  Pada mulanya, mereka mencoba melawan Balrog tapi kekuatannya sangat sulit untuk dikalahkan.  Raja Durin VI dan puteranya Nain terbunuh dan mereka yang selamat terpaksa lari menyelamatkan diri. Kebanyakan mereka pergi ke Pegunungan Kelabu tetapi Thrain, putera Nain, pergi ke Erebor. Di sana ia mendirikan kediamannya di Pegunungan Sunyi (Lonely Mountain). Erebor menjadi sebuah benteng pertahanan dan Kurcaci kembali mengalami kejayaan dan keberlimpahan. Kerajaan itu bertahan selama 700 tahun hingga naga api Smaug datang menjarahnya.

Kaum Kurcaci yang kini tidak bertempat tinggal dan mengembara di alam liar kemudian terlibat pertempuran dengan Orc ketika mereka kembali mencoba merebut Khazad-dum atau Moria yang kini diduduki Orc. Perang mencapi puncak pada Pertempuran Azalnulbizar yang terjadi di gerbang timur Moria. Meskipun menjadi pemenang, Kurcaci Erebor tidak bisa merebut kembali Moria karena Balrog masih tinggal di dalamnya. Separuh dari kurcaci yang terlibat dalam pertempuran terbunuh. Kaum kurcaci Erebor kemudian berpisah arah, ke Utara,  Timur dan Barat. Pada tahun 2941, Thorin II yang dikenal dengan julukan Oakenshield berusaha kembali merebut Erebor. Rombongannya terdiri dari Penyihir Gandalf, Hobbit Bilbo, dan 12 Kurcaci. Setelah menempuh perjalanan yang berat, mereka sampai di Lonely Mountain. Pada akhirnya, mereka berhasil mengusir Smaug dari gunung itu. Kejadian ini menjadi penyebab kematian Smaug dan Pertempuran Lima Pasukan, pertempuran yang terjadi antara Goblin dan Warg melawan Kurcaci, Manusia Dale, Elf, dan Elang.  Pada saat yang sama Lake-Town hampir musnah oleh api Smaug dan pertempuran berubah menjadi kekacauan. Berkat bantuan Beorn dan Elang Sakti Goblin berhasil dikalahkan.

Setelah itu, Dwalin salah seorang anggota rombongan Oakenshiel berusaha kembali merebut Moria. Tapi bersama rombongan Kurcaci yang dibawanya ia tewas terbunuh. Gimli, Putera dari sepupu Balin, menemukan makamnya. Dia merupakan Kurcaci yang memiliki peran penting dalam menghancurkan Cincin Utama.  Setelah Perang Cincin, Gimli memimpin sebagian besar dari Rakyat Durin menuju selatan untuk mendirikan kerajaan Kurcaci di Gua Gemerlap. Sebuah gua besar dihiasi keindahan sinar permata. Gimli dan temannya Legolas sering melakukan perjalanan bersama. Melalui pertemanan dan pengaruh mereka, dendam antara Elf dan Kurcaci berhasil terhapus. Gimli ikut bersama Legolas berlayar ke Barat menuju Valinor. Zaman Keempat,  Durin VII merebut kembali Moria dan membawanya kembali ke kejayaan lamanya. Para Kurcaci berdiam di sana hingga dunia menua dan hari-hari keturunan Durin berakhir.




Wednesday, November 19, 2014


vaayu putrey gheerijalante
Putera dewa Bayu yang penuh kasih
vaamadhya janithayaha
Tidak mengenal tandingan
sutasoma aharmitaha
Serupa kuatnya dengan Sutasoma





Shadiyantra gadastra
Seorang penghasut dengan tuturnya
Kamantra kapashva
Dengan nafsu untuk berkuasa
Sam dam dund bhed aviral
Memperalat orang lain untuk tujuannya
Vinashkarya shadiyantra atal
Seorang penghasut pengacau keadaan sesama

 



Jeevan ke iss pal mein,
Kehidupan di saat ini
Sachchai ke path mein,
Bertahan di jalan kebenaran
Chalna nahin aasaan hai,
Memang tidak mudah menjalaninya
Kaaton pe chalna hai,
Namun tetap dijalani jua
Mathni mein jalna hai,
Membarakan dendam di pengasingan ini
Samay ka yahi vidhaan hai,
Menunggu waktu untuk membalasakannya
Khoya jo paana hai,
Menyembunyikan diri dari pencarian
Pal aisa aana hai,
Begitulah yang akan dijalani
Mann mein yahi vishwaas hai,
Inilah kebanggaan hidup di dunia
Dharma se vijay paana hai,
Kemenangan bagi pencari dharma
Dharma se vijay paana hai
Kemenangan bagi pencari dharma
 

Pengunjung Blog

Komentar Terbaru

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Google Followers