Thursday, June 26, 2014

Pada awalnya Eru, Yang Esa, didalam bahasa peri dipanggil Ilúvatar, menciptakan para Ainur dari pikirannya; dan memerintahkan mereka memainkan musik dihadapannya. Dari musik itu bermulah cikal bakal dunia; karena Ilúvatar menampakan kepada Ainur bentuk dari musik yang telah mereka persembahkan, dan mereka menyaksikan musik itu seperti nyala terang dalam kegelapan. Banyak dari Ainur terpesona akan keindahan dunia yang dinampakkan oleh Eru dan berkeinginan untuk menghuni mendatangi dan merawatnya serta mempersiapkannya untuk menyambut kedatangan Anak-Anak Ilúvatar, Peri dan Manusia.    Bangsa peri memanggil yang paling kuasa diantara Ainur dengan sebutan Valar, yang bermakna Kuasa Dunia, sementara manusia menyebutnya dengan dewa-dewa. Petinggi Valar berjumlah tujuh, begitupun dengan ratunya yang disebut dengan Valier.

Manwë


Manwë merupakan Valar yang paling dekat dengan Ilúvatar dan paling memahami segala tujuan Ilúvatar. Dia ditunjuk oleh Ilúvatar menjadi Raja Tertinggi; Penguasa Kerajaan Arda (Dunia) dan memerintah semua yang menghuninya. Manwë menyukai angin dan awan, dan semua wilayah dunia, dari puncak gunung tertinggi hingga samudera terdalam, dari batas terjauh numi hingga padang-padang rumput. Súlimo adalah julukannya, Penguasa Nafas Arda. Seluruh burung-burung berada dibawah titah dan kendalinya.

Varda

Bersama Manwë tinggallah Varda, Ratu Gemintang, yang mengetahui seluruh sudut wilayah Éa. Paras terlalu indah untuk dilukiskan dalam bahasa Manusia dan Peri, karena cahaya Ilúvatar masih bersinar diwajahnya. Dari kediaman Ilúvatar, Varda datang untuk membantu Manwë melawan Melkor yang sangat membencinya semenjak Persembahan Musik di hadapan Ilúvatar. Melkor takut kepada Varda melebihi ketakutannya kepada Valar lainnya. Manwë dan Varda jarang berpisah, mereka tinggal di Valinor di puri mereka di atas puncak gunung bersallju abadi, Oilossë, Menara Tertinggi Taniquetil, gunung tertinggi di dunia tengah (Middle-Earth). Dari semua Valar, Bangsa Peri memberi kehormatan kepada Varda melebihi yang lainnya. Mereka memanggilnya, Elbereth Gilthoniel.

Ulmo

Ulmo penguasa dunia air. Dia tidak pernah berdiam di suatu tempat, melainkan terus berjalan sesuka hatinya menelusuri aliran air dipermukaan bumi atau dibawah bumi. Dia berada diurutan kedua setelah Manwë dalam hal kekuasaan dan kesaktian, dan sebelum Valinor dijadikan dia bersahabat erat dengannya; tapi setelah Valar pindah ke Valinor, dia jarang hadir ke sidang Valar kecuali ketika mereka membicarakan masalah yang serius. Ulmo tidak suka berjalan di atas daratan dan jarang mengambil wujud jasadi seperti rekan-rekannya. Anak-Anak Eru yang berhadapan langsung dengan Ulmo akan diliputi ketakutan yang teramat sangat, karena kemunculan Sang Raja Samudera sangat mengerikan, seperti gulungan ombak menerjang daratan dengan ketopong gelap berhiasan buih lautan dan jubah zirah berkilau keperakan.

Aulë

Aulë berada dibawah urutan Ulmo. Kekuasaanya adalah segala materi yang merupakan bahan dari apa Arda diciptakan. Pada mulanya, dia bersahabat erat dengan Manwë dan Ulmo dan mengemban tugas menghiasi seluruh permukaan bumi. Dia adalah penempa dan penguasa semua hasil kerajinan. Kesukaanya adalah permata-permata yang tersembunyi di dalam perut bumi. Aulë merupakan pencipta bangsa kurcaci.

Yavanna

Pasangan Aulë, Penganugerah buah-buahan. Dia menyukai segala sesuatu yang tumbuh di permukaan bumi, dari pohon menjulang tinggi di dalam hutan hinga hamparan lumut di atas bebatuan. Dalam wujud seorang wanita, dia berpostur tinggi dan memakai gaun berwarna hijau. Kementari adalan julukan dalam bahasa peri yang bermakna Ratu Bumi. Dia merupakan Valar yang menanam dua batang pohon cahaya yang menjadi sumber terang di Valinor setelah Melkor menghancurkan lampu Iluin di Almaren, kediaman para Valar di dunia tengah sebelum Melkor menghancurkannya.

Fëanturi

Fëanturi, penguasa jiwa, adalam dua Valar bersaudara  yang sering dipanggil Mandos dan Lórien. Tapi itu merupakan nama tempat kediaman mereka, dan nama asli mereka adalah Námo dan Irmo. Námo adalah yang paling tua dan berdiam di Mandos yang berada diwilayah bagian barat Valinor. Dia merupakan penjaga Balairung Orang Orang Mati (Balairung Mandos), dan yang membangkitkan roh-roh orang yang terbunuh. Dia adalah Valar Hakim dan Kutukan; tapi keputusan dan penghakimannya berdasarkan perintah Manwë.
Irmo adalah yang paling muda dan berdiam di taman Lórien, tempat paling indah diseluruh dunia, dipenuhi oleh para Ruh-ruh suci.

Vairë

Vairë sang penenun adalah pasangan Namó. Dia menyulam semua yang telah terjadi di dunia pada kain sulamannya, dan Balairung Mandos yang selalu meluas seiring berjalannya waktu ditutupi oleh sulamannya tersebut.

Estë
Estë, penawar luka dan kepenatan adalah pasangan Irmo.  Dia jarang bepergian melainkan sering berdiam diri di sebuah pulau yang teduh danau Lórellin. Dari telaga Irmo dan Estë, semua penduduk Valinor bisa memperoleh kesegaran; Valar sering datang ke sana untuk menenangkan dan meringankan beban mereka terhadap permasalahan Arda.

Niena


Niena adalah saudari dari Fëanturi, dan tinggal sendirian. Dia selalu diliputi duka, dan meratapai setiap kerusakan Arda karena ulah Melkor. Tetapi dia tidak menangis untuk dirinya; siapa yang mendengar ratapannya akan belajar tentang rasa kasihan dan keteguhan dalam berharap. Kediamannya berada di bagian barat, di perbatasan dunia. Dia jarang bertandang ke kota Valimar tetapi lebih sering ke Balairung Mandos yang dekat dari tempat tinggalnya.

Tulkas

Berlimpah dalam kekuatan dan keberanian itulah Tulkas, yang dijuluki Astaldo, Si Perkasa. Dia datang paling terakhir ke Arda membantu Valar bertempur melawan Melkor. Dia menyukai adu kekuatan dan pertarungan; dia tidak mengendarai kuda karena kecepatan langkahnya bisa melampaui kecepatan apapundan tak kenal lelah. Rambut dan jenggotnya berwarna keemasan dengan kulit kemerah-merahan.

Nessa

Pasangan Tulkas dan saudari dari Oromë dia juga lincah dan berjalan tangkas dengan kakinya. Dia menyukai rusa, dan para rusa selalu mengikutinya kemanapun dia pergi. Dia juga suka menari, dan dia menari di Valimar di atas padang rumput yang takkan pernah layu.

Oromë

Oromë menyukai daratan di Middle-earth dan tidak ingin pindah dari Middle-earth. Setelah kepindahanya ke Valinor, dia sering bertandang ke gunung-gunung dan hutan-hutan Middle-earth bersama rombongannya. Dia adalah pemburu monster dan binatang buas, dan menyukai kuda serta anjing pemburu. Dia juga menyukai pepohonan. Oleh karenanya dia dijuluki Aldaron dan dalam bahasa sindar, Tauron, Penguasa Hutan.

Vána

Vána, Yang Selalu Muda,  adalah pasangan Oromë dan adik dari Yavanna. Semua bunga bersemi ketika lewat dan kembang mekar jika dia melihat mereka. Seluruh burung juga bernyanyi karena kedatangannya.


Wednesday, June 18, 2014

Old English (Bahasa Inggris Kuno 500 M-1100M)

Ða wæs on þā tīd Æþelbeohrt cyning hāten on Centrīce and mihtig : hē hæfde rīce oð gemæru Humbre strēame, sē tōseādeþ sūðpoc Angelþēode and norðfolc Ƿɔnne is on ēastwardre Cent micel ēaland Tenet, þæt is siex hund hīda micel æfter Angelcynnes eahte.... On þtyssum ēalande cōm ūp sē Godes þēow Augustinus and his gefēran; wæs hē fēowertiga sum. Nāmon hīe ēac swelce him welahstodas of Franclande mid, swā him Sanctus Gregorius bebēad. And þā sende to Æþbeloeorht ærendwrecan and onbēad þæt hē of Rōme cōme and þæt betste ærende lædde and sē þe him hīersum  bēon wolde, būton twēon  hē gehēt ēcne gefēan on heofonum and tōweard rīce būton ende mid þone sōþan God and þone lifigendan. Ðā hē þā sē cyning þās word gehīerde, þā hēt hē hīe bidan on þæm ēalande þe hīe ūp cōmon; and him dōn wolde. Swelce ēac ǣr þǣm becōm hlīsa tō him þære crīstenan ǣfæstnesse, forþon hē crīsten wīf hæfde, him gegiefen on Francena cyning cynne, Beorthe wæs hāten. Ƿæt wīf hē onfēng fram hiere ieldrum þǣre ǣrǣdnesse þǣt hēo his lēafness hǣfde þǣt hēo þone þēaw þǣs crīstenan gelēafan.

Bede’s Ecclesiastical History 597M

Middle English (Bahasa Inggris Pertengahan 1100 M-1500 M)
Southern England

Al so þu dost on þire side
Vor wanne snou liþ
An alle wiȝte habbeþ sorȝe
Þu singest from eve fort amorȝe
Ac ich alle blisse mid me bringe
Ech wiȝt i glad for mine þinge
Blisseþ hit wanne ich cume
hiȝteþ aȝen mine kume
Ƿe blostme ginneþ springe and sprede
Boþe ine tro and ek on mede
Þe lilie mid haire fairie wlite
Wolcumeþ me, þat þu hit wite
Bit me mid hire faire blo
Þat ich shulle to hire flo
Ƿe rose also mid hire rude

The Owl and The Nightingale 1216 M

Kentish

Ƿis boc is dan Michellis of Northgate, y-write an englis of his oȝene hand. Þet hatte: Ayenbyte of inwyt. And is of þe boc house of saynt Austine of Canterbury...
    Nou ich wille þet ye ywyte hou hit is y-went
    Þet þis boc is y-write mid engliss of kent
    Þis boc is y-mad vor lewede men
    Vor vader, and vor moder, and vor oþer ken,
    Ham vor to berȝe vram alle manyere zen
    Þet ine hare inwytte ne bleve no voul wen
    Huo ase god is his name yzed
    Þet þis boc made god him yeve þet bread
    Of angles of hevene and þerto his red

Ayenbite of Inwyt 1340 M
London
WHAN that Aprille with his shoures soote
The droghte  of Marche hath perced to the roote,
And bathed every veyne in swich licour,
Of which vertu engendred is the flour;
Whan Zephirus eek with his swete breeth
Inspired hath in every holt and heeth
The tendre croppes,  and the yonge sonne
Hath in the Ram his halfe cours y-ronne, 
And smale fowles maken melodye,
That slepen al the night with open ye,
(So priketh hem nature in hir corages: 
Than longen folk to goon on pilgrimages,
And palmers for to seken straunge strondes, 
To ferne halwes,  couthe  in sondry londes;
And specially, from every shires ende
Of Engelond, to Caunterbury they wende,
The holy blisful martir for to seke,
That hem hath holpen, whan that they were seke

The Canterbury Tales 1387

Early Modern English (Bahasa Inggris Modern Awal 1500 M-1800 M)

From fairest creatures we desire increase,
That thereby beauties Rose might neuer die,
But as the riper should by time decease,
His tender heire might beare his memory:
But thou contracted to thine owne bright eyes,
Feed’st thy lights flame with selfe substantiall fewell,
Making a famine where aboundance lies,
Thy selfe thy foe, to thy sweet selfe too cruell:
Thou that art now the worlds fresh ornament,
And only herauld to the gaudy spring,
Within thine owne bud buriest thy content,
And tender chorle makst wast in niggarding:
Pitty the world, or else this glutton be,
To eate the worlds due, by the graue and thee.

Sonnet 1 1594

Modern English (Bahasa Inggris Modern 1800 M-Sekarang)

1 In the beginning God created heaven, and earth.
2 And the earth was void and empty, and darkness was upon the face of the deep; and the spirit of God moved over the waters.
3 And God said: Be light made. And light was made.
4 And God saw the light that it was good; and he divided the light from the darkness.
5 And he called the light Day, and the darkness Night; and there was evening and morning one day.
6 And God said: Let there be a firmament made amidst the waters: and let it divide the waters from the waters.
7 And God made a firmament, and divided the waters that were under the firmament, from those that were above the firmament, and it was so.
8 And God called the firmament, Heaven; and the evening and morning were the second day.
9 God also said: Let the waters that are under the heaven, be gathered together into one place: and let the dry land appear. And it was so done.
10 And God called the dry land, Earth; and the gathering together of the waters, he called Seas. And God saw that it was good.
Douay-Rheims Bible 1899

Tuesday, June 17, 2014

Kaisar Langit memiliki dua orang putera, Ulgen Tenger dan Erieg Khan, putera pertama menjadi penguasa duni atas sementara yang kedua penguasa dunia bawah. Pada wakut itu, seluruh permukaan bumi ditutupi oleh air.

Suatu hari Ulgen Tenger memerintahkan seekor burung camar membawakan lumpur dari bawah air kepadanya untuk menciptakan daratan kering. Ketika dia gagal menciptakan daratan dari lumpur, dia menghukum burung camar itu dengan mematahkan kakinya sehingga dia tidak bisa berjalan lagi. Setelah itu, dia dibantu oleh bebek mata emas untuk menciptakan daratan.

Bebek itu hanya berhasil menjadikan sedikit daratan yang hanya cukup bagi Ulgen berbaring. Karena melihat saudaranya sedang tidur, Erleg Khan mencoba menarik daratan itu ke bawah laut akan tetapi dia membuat daratan itu meluas ke segala penjuru.
Selanjutnya Ulgen Tenger menciptakan binatang dan manusia dari lumpur untuk menghuni daratan tersebut. Dia menciptakan seekor anjing untuk menjaga tubuh manusia ketika dia pergi. Erleg Khan iri kepada saudaranya begitu melihat semua hasil ciptaan Ulgen Tenger, dia mencoba melihat tubuh manusia yang baru saja diciptakan.

Mematuhi perintah Ulgen Tenger, sang anjing tidak mengizinkan Erleg Khan mendekati tubuh kita. Saat itu anjing dapat berbicara dan tidak memiliki bulu. Cuaca di saat itu dingin dan bersalju, jadi Erleg Khan berjanji akan menghadiahkan kepada anjing tiu mantel bulu tebal kalau dia diizinkan melihat tubuh manusia. Sang anjing setuju dan janjipun dipenuhi.

Erleg Khan meludahi tubuh manusia sehingga mereka bisa mendapatkan penyakit dan bisa meninggal. Ketika Ulgen kembali dan melihat sang anjing memiliki bulu baru serta tubuh manusia itu rusak, dia menghukum anjing bahwa mantel bulunya akan berbau busuk, dia juga menghilangkan kemampuan berbicara sang anjing dan menakdirkannya membantu manusia untuk mencari makanan bagi dirinya.
Bahram
Dewa penguasa planet-planet dan kemenangan. Dia merupakan pelayan dari Sraosa dan membantunya ketika dia membangkitkan ruh dari orang mati

Gandarewa

Dewa kegelapan yang menghuni samudera dan terus berusaha menenggelamkan hal-hal baik yang telah diciptakan.

Mah

Dewa bulan persia kuno, salah seorang  dari Yazatas. Dia merupakan pelayan Vohu Manah. Hari ketujuh didedikasikan untuk Dewa ini.

Mithra


Dewa cahaya dan persahabatan Iran Kuno. Dia juga bertugas menjaga keteraturan alam semesta. Terkadang Mithra disebut sebagai putera dari Ahura Mazda, dia membantunya melawab paskukan kegelapan yang dipimpin oleh Angro Mainyu.

Verethragna

Dewa perang dan kemenangan persia kuno. Dewa penjaga api Vrahran, api yang paling suci yang merupakan campuran dari enam belas api. Dia bertindak sebagai hakim bagi manusia dan setan. Verethragna muncul dalam berbagai wujud:  beruang, burung bangkai, sapi, unta, pemuda tampan, prajutit berpedang emas dll.

Vohu Manah

Merupakan salah satu dari Amesha Spentas dan personifikasi dari kebijaksanaan. Dia adalah pelindung dunia binatang. Dia membimbing jiwa-jiwa orang mati menuju surga.

Vourukasha

Dewa samudera dan danau langit yang airnya merupakan sumber air bagi dunia yang turun melalui curahan hujan.  Vouruskasha juga merupakan wujud samudera dalam kosmologi persia.

Zurvan

Dewa purba persia kuno penguasa waktu dan ruang yang tak terbatas. Zurvan adalah ayah dari dewa terang Ahura Mazda dan dewa kegelapan Angro Mainyu. Dalam pertarungan kosmik, Zurvan berada di pihak netral, tidak memihak. Zurvan juga merupakan dewa takdir, terang, dan kegelapan.





Ahura Mazda

Dewa tertinggi yang menciptakan langit dan bumi, putera dari Zurvan. Sebagai pemimpin dari Dewa-Dewa Langit, Amesha Spentas, dia bertarung dengan Ahriman beserta para pengikutnya untuk menyelamatkan dunia kejahatan, kegelapan, dan keburukan.

Angra Mainyu

Dewa kegelapan, pengancur kebaikan, pencipta kejahtan, pembawa maut dan penyakit. Dia juga dikenal dengan nama Ahriman yang berarti “ruh jahat”. Dia adalah pemimpin pasukan kegelapan dalam perang melawan Spenta Mainyu, ruh suci yang membantu Ahura Mazda, sang bijak, dan pemenang akhir dari pertarungan kosmik. Ahriman mencipatkan es pada musim dingin, cuaca panas pada musim dingin, segala bentuk penyakit dan keburukan.

Aesma Daeva

Dewa kegelapan menguasai nafsu birahi, kemarahan, kemurkaan, dan balas dendam. Dia merupakan personfikasi dari kekerasan, dan penyuka konflik serta perang. Bersama dengan dewa kematian, Asto Vidatu, dia mengejar jiwa-jiwa orang mati ketika mereka naik ke surga.

Aka Manah

Aka Manah adalah salah seorang Daevas yang merupakan personifikasi dari nafsu birahi. Dia dikirim oleh Ahriman untuk merayu Nabi Zarahustra. Musuh besarnya adalah Vohu Manah.

Apam-natat

Dewa penghuni air yang memberikan air pada umat manusia. Dia merupakan putra dari Dewa Air Vouru-Kasa.  Apam-natat juga memiliki tugas sebagai penjaga langit dan penjaga dari para pemberontak.

Apaosa


Dewa kegelapan yang membawa kekeringan ketandusan ke permukaan bumi. Dia menunggang seekor kuda hitam gundul. Pada akhir pertempuran kosmik, dia dikalahkan oleh dewa Tistrya.

Suatu ketika,  pangeran langit, Hwangun melihat ke bumi dan ingin pergi ke sana menjadi penguasa umat manusia. Dia pergi menghadap ayahnya, kaisar langit, Hwanin. Sang ayah mengetahui bahwa puteranya akan membawa kebahagiaan bagi orang-orang di bumi  dan memilik gunung Taebak sebagai tempat yang tepat untuk puteranya ketika turun ke bumi.

Hwangun turun ke bumi di dekat pohon cendana dimana dia mendirkan sebuah kota suci. Bersama dengan Hwangun ikut serta tiga ekor berang-berang langit dan tiga ribu penduduk langit yang tunduk padanya. Hwangun juga membawa bersamanya, Pangliman Angin, Dewa Hujan, dan Dewa Awan. Setelah sampai di bumi, dia mengajarkan kepada manusia 360 macam keterampilan, seperti pengobatan dan pertanian.

Waktu-waktu berlalu dan bumi aman serta sentosa. Suatu hari seekor beruang dan harimau, melihat kebahagiaan hidup manusia berkeinginan berrubah wujud menjadi manusia.  Mereka diberi persyaratan oleh Hwangun yaitu mereka tidak boleh terkena cahaya matahari dan hanya boleh memakan makanan yang diberikan oleh Hwangun, bunga kembang sepatu dan dua puluh siung bawang putih. Beruang berhasil memenuhi persyaratan itu sementara harimau gagal dan pergi kembali ke dalam hutan.

Sang beruang berubah wujud menjadi seorang wanita cantik bernama, Ungyo, dan menjadi istri pertama Hwangun. Mereka mempunyai anak bernama Tangun, Raja Cendana. Tangun menjadi kaisar pertama Korea memerintah selama 1500 tahun. Setelah itu dia kembali ke gunung Taebak menjadi dewa gunung.
Pada mulanya, yang ada hanya Dewi Ilmatar yang namanya berarti ‘Puteri dari Alam.’ Dia bosan sendirian di tengah kehampaan,  lalu dia menceburkan dirinya ke dalam samudera raya dimana dia terapung-apung tak tentu arah. Hembusan angin membelainya dengan kembut sementara air laut membuatnya menjadi subur. Saat dia sedang terapung-apung di atas air laut, seekor camar melintas di dekatnya mencari tempat kering untuk membuat sarang dan meletakkan telurnya. Camar  itu naik ke atas lutut Lonnotar dan mengeluarkan tiga butir telur yang dieraminya selama tiga hari. Pada hari ke tiga, Luonnotar merasakan sakit di atas lututnya dia menyentakkan lututnya dan melemparkan tiga butir telur beserta camar  itu kembali ke dalam laut. Telur-telur itu tdak pecah tapi berubah menjadi suatu bentuk yang sangat indak. Bagian bawah telur itu berubah menjadi bumi yang subur, menumbuhkan binatang dan tanaman. Bagian atas telur itu berubah menjadi langit, bagian-bagian bintik-bintiknya berubah menjadi bintang sementara bercak-bercak hitamnya berubah menjadi awan. Sedangkan kuning telur-telur itu menyatu dan berubah jadi matahari. Luonnotar menyudahi penciptaan dengan mengalirkan air menuju telaga yang akan menyuburkan bumi. Dia juga menggali parit, meratakan tanah dan menanamkan benih pertama kehidupan agar bumi bisa menjadi semarak. Ketika dia berjalan di atas daratan danau-danau tercipta dari jejak kakinya, sementara gerakan lengannya menjadikan pantai dan tebing. Kemudian Ilmatar melahirkan Vainamoinen yang merupakan manusia pertama di permukaan bumi.

Suatu ketika, Ahura Mazda memutuskan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Hari pertama, dia menjadikan langit dari logam yang bersinar dan benderang. Hari kedua, dia menjadikan bumi, datar dan melengkung tanpa gunung atau lembah. Hari keempat, dia menciptakan tumbuhan-tumbuhan yang halus tanpa duri. Hari ke lima dia menjadikan binatang. Besar dan kecil.

Kemudian Ahura Mazda menjadikan manusia pertama yang bernama Gayomard, berkulit bersih, bertubuh tinggi, dan berwajah tampan. Hari terakhir, dia menciptakan api dan membagikanya di antara ciptaannya. Sang Bijak memerintahkan api itu untuk melayani umat manusia dalam menyiapkan makanan dan mengatasi kedinginan.

Ruh jahat mengintip dari balik dunianya yang gelap menyaksikan keindahan ciptaan yangbaru itu.  Kemudian Sang Bijak memanggilnya dan berkata padanya” “Wahai Ruh Jahat! Bantulah para ciptaanku dan pujilah mereka agar kau memperoleh kehidupan abadi.” Sang Ruh Jahat menggeram: “Kenapa aku harus membantu para ciptaanmu? Kenapa aku harus memuji mereka? Aku lebih kuat dari mereka! Aku akan menghancurkanmu dan semua ciptaanmu. Kemudia dia merangkak kembali ke kegelapan kembali untuk menciptakan para setan, penyihir, dan monster untuk menyerang Cahaya Abadi.

Sang Bijak yang Maha Tahu mengetahui apa yang sedang dirancangnkan oleh Ruh Jahat, dan dia juga tahu akan ada pertarungan sengit dengan Kegelapan. Oleh karenanya, dia menciptakan enam sosok ruh: Sang Dewa Abadi, untuk menjaga ciptaanya dan melawan Kegelapan Abadi. Sang Bijak menciptakan keenam Dewa Abadi dari jiwanya sendiri, masing-masing mereka diberikan kekuatan.

Ruh Suci yang pertama kali tercipta adalah Khasathra, Kekuatan Kebenata, penjaga langit. Kemudian Sang Bijak menciptakan Haurvat, kedamaian dan kesempurnaan, dia adalah penjaga air. Lalu ada Spenta Armaiti, kebaktian kudus, dan merupakan penjaga bumi. Ruh lainnya adalah Ameretat, Kekekalan, penjaga tanaman, Vohu Manag, Pikiran Baik, menjaga binatang. Dan Asha Vahishta , keadilan, penjaga api. Terakhir, Sang Bijak mejadikan Ruh sucinya sendiri sebagai pelindung umat manusia.

Ahriman mengetahui Sang Bijak menciptakan para Ruh Pelindung dan menjadi murka karenanya. “Ahura Mazda! Aku akan menghancurkanmu beserta seluruh ciptaanya. Kau takkan pernah menang,” teriaknya. Lalu dia, dan para iblis ciptaanya menyerang ciptaan Tuhan satu persatu. Merela mencoba menghancurkan air tetapi hanya menyebabkan air itu pahit. Mereka mencoba menghancurkan bumi tapi mereka hanya bisa menyebabkan di bumi yang dulu mulus kini muncul gunung dan lembah. Mereka mencoba memusnahkan tanaman tetapi hanya bisa membuat pada tanaman tumbuh duri. Ruh jahat dan para iblisnya menjadikan kesedihan sebagai lawan kebahagiaan, kesakitan lawan kesenangan, pencemaran lawan kesucian, kematian lawan kehidupan. Mereka menyerang Gayomard, manusia pertama, dan memberinya penyakit dan kematian.

Ruh Jahat menduga dia telah menghancurkan umat manusia dan menang melawan terang, tetapi mereka ceroboh dan bodoh, karena ketika Gayomard meninggal, dari tulangnya tumbuh sebatang Rhubarb. Setelah empat puluh tahun, seorang pria dan wanita, muncul dari tanaman itu. Mashya dan Mashyana, manusia tersebut, berjanji pada Sang Bijak bahwa anak keturunan mereka akan membantunya dalam perang melawan Ruh Jahat. Mereka melahirkan lima orang anak kembar, dan setiap pasangan tersebar di seluruh penjuru bumi membentuk bangsa dan suku. Setiap mereka mengikuti pikiran baik, menjalankan pekerjaan baik, dan mengucapkan kata-kata yang baik. Tiap-tip mereka adalh pengikut Sang Bijak melawan Ruh Jahat.



  Pada awal segala sesuatu, tidak ada yang ada selain Ginnungangap. Padang pasir, samudra langit atau bumi belum lagi tercipta. Setelah beberapa lama, sebuah dunia baru yang bernama Muspell keluar di arah selatan. Muspel tercipta dari api, bara menyala, dan hawa yang sangat panas. Di arah utara, wilayah baru juga muncul dan dinamai Nifleheim, yang dipenuhi oleh angin deras, es beku, dan salju.

    Ginnungagap berada di antara kedua dunia itu, dan di sini mengalir air dari sebelas sungai Hvergelmir. Suhu di tengah kehampaan dua dunia itu berhawa sejuk hingga suatu hari elemen api dan elemen es bertubrukan. Pada bagian utara Niflheim angin dingin berhembus membukan kehampaan di tengah dua dunia, sementara dari selatan hawa panas memancar dari Muspell. Semuanhya kacau dan tidak teratur. Sebuah wujud raksasa muncul dari tetesan-tetesan kehancuran ini. Namanya adalah Ymir dan Frost Giant adalah para keturunannya.

    Ketika Ymir sedang tidur, pria dan wanita pertama tercipta dari keringat ketiak kirinya, sementara dari kakinya muncul seorang putera. Sementara itu, tumpukan es di Ginnungagap terus mencair hingga sapi Audumbla muncul. Dia menyususi para raksasa dengan keempat susunya, sementara dia bertahan hidup dengan cara memakan es yang dijilatinya. Saat Audumbla menjilati tumpukan es asin selama tiga malam berturut-turut, sesosok makhluk lainya muncul, bernama Buri. Putera Buri menikah dengan Bestla dan melahirkan tiga putera: Odin, Vili, dan Ve.

  

  Para putera Buri membenci raksasa Ymir dan berencana untuk membunuh mereka. Jenazah Ymir di bawa ke tengah Ginnungagap dan dipotong menjadi beberapa bagian. Vili dan Ve menciptakan dunia dari tubuh Ymir. Dari daging Ymir, mereka menciptakan bumi, dan dari tulangnya yang tidak pecah mereka menjadikan gunung. Dari tulangnya yang terpecah, gigi, dan jari kakinya, mereka menjadikan kerikil, batu dan karang. Dari tetesan darah Ymir muncul sungai, danau, dan laut. Para belatung yang mengerumuni bangkai Ymir berubah menjadi kurcaci. Odin, Vili, dan Ve menancapkan tengkorak Ymir dengan sangat tinggi mencapai batas bumi, dari dari itu tercipta langit. Para putera Buri menempatkan seorang kurcaci pada masing-masing sudut bumi untuk memikulnya. Mereka bernama: Nordri, Sudri, Austri, dan Vestri.

    Odin, Vili dan Ve memungut bara menyala dari dunia Muspellheim dan menjadikan dari bara itu matahari, bulan, dan bintang. Lingkaran terang itu diletakkan di atas bumi untuk menerangi bumi. Para putera Buri mencipta bumi berbentuk bulat dan dilingkupi oleh air. Mereka menunjuk sebagian dunia, Jotunheim ,untuk tempat tinggal para Frost dan rock giant (raksasa es dan batu). Karena para raksasa berbuat kejahatan kepada umat manusia, para bersaudara itu mengambil alis mata Ymir dan dari alis mata itu mereka menjadikan tembok pelindung di sekitar pusat bumi. Tembok ini disebut Midgard, dan merupakan rumah bagi bangsa manusia. Kemudia mereka melemparkan otak Ymir ke langit dan menjadikannya awan.

    Suatu hari putera Buri melintasa dua batang pohon tumbang. Salah satunya adalah pohon Ash dan satu lagi Elm. Dari pohon ini Odin menciptakan manusia baru, laki-laki dan perempuan dan memberikan mereka intisari kehidupan. Vili memberi mereka pikiran dan perasan, sementara Ve memberi mereka kemampuan mendengar, berbicara, dan melihat. Nama mereka adalah Ask dan Emble. Kemudian juga, Odin, Vili, dan Ve menetapkan ukuran-ukuran waktu. Terang dan gelap di bumi diatur oleh siang dan malam. Odin meletakkan siang dan malam itu pada sebuah kereta di atas langit yang mengelilingi dnia setiap dua setengaj hari. Kereta malam di tarik oleh seekor kuda bernama Hrimfaxi sementara kereta siang oleh Skinfaxi.

Monday, June 16, 2014

Pada mulanya sebelum hitungan waktu ditetapkan saat itu tidak ada para dewa maupun manusia di permukaan bumi. Tapi pada masa itu telah tercipta lautan. Pada tempat pertemuan lautan dengan daratan terlahir seekor kuda putih. Kuda itu terlahri dari busa lautan dan bernama Eiocha. Pada tempat yang sama juga tumbuh sebatang pohon oak  dan di pohon itu tumbuh sebuah tanaman yang memiliki biji tercipta dari air mata busa lautan.  dan dimana laut itu bertemu daratan, seekor kuda betina lahir, putih dan tercipta dari busa lautan. Untuk bertahan hidup , Eiocha memakan biji itu yang berbentuk seperti busa putih. Eiocha menjadi semakin tumbuh berat karena memakan biji tanaman itu dan melahirkan Dewa Cernunnos. Begitu besar rasa sakitnya di waktu melahirkan sehingga ia merobek kulit salah satu pohon dan melemparnya ke laut. Kulit kayu itu diubah oleh laut dan menjadi monster lautan dalam. 

Cernunnos kesepian dan ia melihat monster laut yang banyak, lalu ia kawin dengan Eiocha dan dari perkawinana mereka lahirlah para dewa:  Maponos, Tauranis,dan Teutates serta Epona. Eiocha lalu menua dan keletihan. Dia kembali ke wujud aslinya menjadi mahluk buih laut, menjadi Tethra, Dewi laut dalam, kadang disebut juga Tethys. Para dewa kesepian karena tidak ada yang bisa mereka perintah dan tidak ada yang mereka sembah. Lalu mereka mengambil kayu dari satu pohon oak dan merancang laki-laki dan perempuan pertama di bumi. 

Cernunnos juga membuat hewan dari satu pohon oak, rusa dan anjing, beruang dan elang, kuda dan ular. Ia adalah dewa para hewan, dan ia memerintahkan pohon oak untuk menyebar dan tumbuh, menjadi hutan untuk anak-anaknya.  Epona juga membuat hewan, namun ia hanya membuat kuda untuk mengingat Eiocha. Teutates mengambil ranting sebuah pohon dan merancang busur, panah dan gada.  Tauranis mengambil salah satu dahan pohon dan membuat petir dari api dan suara. Ia naik ke puncak pohon tertinggi dan melemparkan senjatanya ke tanah. Tanah akan bergetar, rumput akan terbakar dan hewan akan lari ketakutan. Maponos juga mengambil ranting sebuah pohon, namun ia merancang harpa. Ia merentangkan dawai angin dari ranting itu dan menghabiskan harinya di hutan Cernunnos. Angin akan ikut dalam melodinya dan hewan akan datang dari dekat dan jauh untuk mendengar permainan Maponos. 

Monster laut melihat para dewa senang tinggal di darat, dan mereka cemburu karena mereka tidak punya sesuatu untuk diperintah dan menyembahnya seperti para dewa. Maka para monster laut berperang dengan dewa; mereka membanjiri daratan dan menenggelamkannya. Namun Tethra mendengarkan rencana mereka melalui ombak gelombang dan ingat saat ia menjadi Eiocha dan ia memperingatkan anak-anaknya. Para dewa bersiap untuk menghadapi datangnya para monster. 

Para dewa mengungsi ke sebuah pohon oak. Tauranis melempar petirnya dan membelah daratan, dan laut melewati celah itu. Maponos memecahkan langit dan menjatuhkannya kepada para monster. Teitates menyerang dengan panah dari satu ranting pohon yang membunuh banyak monster. Para monster bukan tanpa senjata, mereka punya kekuatan gelombang. 

Para dewa mengerubungi para monster tapi tidak dapat menghancurkan mereka. Monster dari kegelapan laut dibawa kembali ke laut, dan Tethra memerangkap mereka di sana. Namun beberapa ekor kabur jauh dari jangkauannya. Mereka menyebut diri mereka Femor dan membangun kehidupan di bagian terujung dari bumi. Namun Fomor ingin kembali dan sekali lagi menguasai dunia para dewa. Dari pertarungan mereka, sejarah kita telah bercerita banyak. 

Laut kembali surut dan Maponos memperbaiki langit. Dan para dewa mencari Epona karena ia tidak ada saat kemenangan. Epona telah menyelamatkan satu laki-laki dan satu perempuan dari banjir dan kehancuran, dan tiga dari mereka menunggu dalam kegelapan hutan Cernunnos. Dari orang-orang yang diselamatkan Epona inilah diturunkan manusia yang ada di bumi sekarang. Para dewa meninggalkan kegelapan hutan Cernunnos dan kembali ke rumah mereka di dekat pohon Oak yang masih tegak berdiri, dan berry suci yang masih putih seputih buih lautan.

Saat maponos memperbaiki langit, beberapa bagian langit yang rusak di buang dan jatuh ke laut, dan lahir menjadi tuhan-tuhan baru. Tuhan Belenus dan saudarinya Danu muncul dari dari api langit. Tuhan Lir lahir dari air laut yang hampir terbakar. Dari Lir, sebagaimana di katakan sejarah, muncul sang hebat Manannan, sang cantik Branwen dan sang bijak Bran. Nmun dari Danu banyak anak yang dilahirkan, Dagda, Nuadha sang tangan perak, sang bijak Dienceght, sang pandai besi Goihbhio , sang pemberani Morrigan dan sang lembut Brighid. Anak-anak Danu dan anak-anak Lir adalah dua ras raksasa yang pernah ada di dunia para tuhan.

Sunday, June 15, 2014

Dare (La, La, La, La, La)
Shakira

Hola!
Halo!

La la la la la
La la la la la
La la la la la la
La la la

La la la la la
La la la la la
La la la la la la
I dare you
Ku tantang dirimu

(Leggo, leggo, leggo, leggo)
(ayo semua, ayo semua, ayo semua, ayo semua)
All of my life, too late
Seluruh hidupku nyaris berakhir
Till you showed up with perfect timing
Hingga kau datang pada waktu yang sempurna
Now here we are, you rock it
Kini di sinilah kita, kau mengguncangnya
Our fingers are stuck in the socket
Jemari kita tersangkut di rongga
It's just the nature, a game
Itu biasa dalam sebuah permainan
Get ready, we'll do it again
Bersiaplah, kita kan lakukan itu lagi
Let's not recover, from the hangover
Jangan pulih dulu, dari rasa pusingmu
When your eyes got me drunk I was sober
Saat matamu membuatku mabuk aku tersadar
Is it true that you love me?
Benarkah kau mencintaiku
I dare you to kiss me
Ku tantang kau untuk menciumku
With everyone watching
Dengan disaksikan semua orang
It's truth or dare on the dance floor
Bicara jujur atau terima tantanganku di lantai dansa
La la la la la
La la la la la
La la la la la la
Truth or dare on the dancefloor
Bicara jujur atau terima tantanganku di lantai dansa
La la la

La la la la la
La la la la la
La la la la la la
I dare you

(Leggo, leggo)
(Ayo semuanya, ayo semuanya)

Of all the millions on the planet
Dari berjuta pria di atas bumi
You're the one who's keeping me on it
Kau satu-satunya yang buatku tetap merasakan ini
You know I like you, ain't nobody's business
Kau tahu aku menyukaimuu, ini bukan urusan mereka
Your blue Spanish eyes are my witness
Mata Spanyol birumu kan menjadi saksiku
It's just the nature, a game
Itu biasa dalam sebuah permainan
Get ready, we'll do it again
Bersiaplah, kita kan lakukan itu lagi
Let's not recover, from the hangover
Jangan pulih dulu, dari rasa pusingmu
When your eyes got me drunk I was sober
Saat matamu membuatku mabuk aku tersadar
Is it true that you love me?
Benarkah kau mencintaiku
I dare you to kiss me
Ku tantang kau untuk menciumku
With everyone watching
Dengan disaksikan semua orang
It's truth or dare on the dance floor
Bicara jujur atau terima tantanganku di lantai dansa
La la la la la
La la la la la
La la la la la la
Truth or dare on the dance floor
Bicara jujur atau terima tantanganku di lantai dansa
La la la

La la la la la
La la la la la
La la la la la la
I dare you
Ku tantang dirimu

Is it true that you love me?
Benarkah kau mencintaiku
I dare you to kiss me
Ku tantang kau untuk menciumku
With everyone watching
Dengan disaksikan semua orang
It's truth or dare on the dance floor
Bicara jujur atau terima tantanganku di lantai dansa

Tuesday, June 10, 2014

Narcissus

Putra Cephissus dan Liriope. Ketika Narcissus lahir seorang peramal mengatakan bahwa dia akan hidup sampai tua jika dia tidak pernah melihat bayangannya sendiri. Dia memiliki ketampanan yang luar biasa sehingga dia membuat para wanita tergila-gila padanya. Karena Narcissus menolak cinta Echo,  salah seorang Nymph, Nemesis yang merupakan dewi dendam,  mengutuk Narcissus hanya akan jatuh cinta pada bayangannya sendiri yang dia lihat diatas permukaan air.

Endymion

Putra Aethlius seorang pengembala di Asia kecil, tapi beberapa sumber lain mengatakan dia adalah putra dari Raja Elis, penguasa Peloponnesus. Pemuda ini adalah kekasih dari dewi bulan Selene. Endymion meminta anugrah keabadian kepada Zeus dan Zeus menyetujuinya dengan satu syarat bahwa dia akan tertidur selamanya. Akan tetapi juga diceritakan, Selene yang menjadikannya tertidur selamanya agar dia bisa menikmati ketampanan kekasihnya itu selamanya. Selene memiliki 50 orang putri bersama Endymion.

Ganymede
 

Pangeran Troy, cucu dari Dardanus, pendiri Troy. Dewa Zeus yang terpikat akan ketampanan Ganymede muda membawanya ke Olympus dan mengangkatnya menjadi pembawa cawan para dewa. Ketika ayah Ganymede, Raja Tros penguasa Troy mengetahui putranya telah dibawa Zeus ke Olympus dia sangat bersedih karena kehilangan anaknya tersebut. Untuk menyenangkan hatinya, Zeus mengutus Hermes untuk mempersembahkan padanya hadiah dari Zeus berupa dua ekor kuda yang bisa berlari di atas air dan juga hadiah berupa anggur emas. Hera menjadi cemburu begitu dia mendengar Ganymede menjadi pembawa cawan sekaligus kekasih Zeus . Oleh karena itu, Zeus menempatkan wujud Ganymede di antara gugusan bintang Aquarius, pembawa air.

Paris

Putra Priam, raja Troy, dan istrinya hecuba. Sebelum dia lahir, peramal meramalkan bahwa Paris akan menyebabkan malapetakan dan kehancuran pada Troy. Karenanya, Priam dan Hecuba membuang bayi Paris ke daerah gunung Ida agar bayi itu mati di sana. Akan tetapi dia diselamatkan oleh seorang pengembala dan dibesarkan oleh pengembala tersebut. Karena ketangkasannya, dia memenangkan sebuah pertandingan di Troy dan menarik perhatian sanga raja, yang langsung mengenali dia sebagai putranya. Terlepas dari apa yang telah dikatakan peramal, Priam kembali menyambut Paris diantara keluarga istana. Ramalan itu terpenuhi ketika Paris menculik Helen yang menjadi pemicu terjadinya Perang Troy.

Pandora

Wanita pertama bumi dalam mitologi Yunani. Zeus memerintahkan Hephaesthus menjadikan seorang wanita dari tanah liat dan para dewa lain memberinya nafas, kecantikan, keanggunan dan kelicikan. Mereka juga memberinya sebuah kotak dan memerintahkannya agar tidak pernah membuka kotak itu.
Pandora menikah dengan Epimetheus saudara Promeotheus. Setelah pesta pernikahannya, Pandora membuka kotak pemberian para dewa, dan dari kotak itu keluarlah segala macam malapetaka ke dunia. Hanya Harapan yang tersisa di dalam kotak tersebut, dan hanya Harapanlah yang membuat manusia terus berjuang menghadapi segala malapetaka tersebut.

Perseus

Putra Zeus dan Danae, istri raja Argos; suami dari Andromeda. Perseus adalah tokoh yang membunuh medusa dan mempersembahkan kepalanya kepada raja Siferos sebagai syarat menyelamatkan ibunya dari cengkraman sanga raja. Perseus menjadi Raja Argos, tapi versi lain mengatakan dia, Andromeda dan putra mereka pindah ke Asia dan mendirikan Negeri Persia.

Psyche

Seorang putri yang memiliki kecantikan yang sangat tersohor sehingga Aphrodite cemburu padanya karena para pria berpaling dari menyembah dewi itu menjadi menyembah sang putri. Aphrodite memerintahkan Eros atau Cupid membuat Psyche jatuh cinta dengan seorang pria yang sangat buruk, akan tetapi Eros jatuh cinta padanya dan menyembunyikannya di sebuah tempat rahasia. Eros menyembunyikan identitas aslinya dari Psyche dengan melarangnya melihat wajahnya. Akan tetapi, karena hasutan saudarinya yang cemburu padanya, Psyche melihat wajah Eros dan Erospun meninggalkannya. Di tengah putus asa, dia mencari cintanya yang hilang ke seluruh pelosok, dan pada akhirnya dia memohon kepada Aphrodite, ibu Eros. Dewi Aphrodite memberinya tugas yang sulit agar dia bisa kembali bersama Eros. Psyche berhasil memenuhi tugas tersebut dan menikah dengan Eros.

Pythia

Pendeta sekaligus peramal (Orakel) di kuil Apollo di Delphi. Phytia berperang sebagai wadal bagi Apollo untuk menyampaikan ramalan-ramalannya kepada para pengunjung kuil Delphi. Seorang pengunjung akan mengutarakan keinginanya kepada seorang pengurus kuil dan pengurus kuil menanyakan itu kepada Pythia. Dalam ruang suci kuil, Pythia akan bersemedi memohon petunjuk kepada Apollo mengenai ramalan yang diinginkan tersebut.

To be continued...

Suatu sistem filsafat sebenarnya dalam terma tertentu dapat dipandang sebagai suatu bahasa, dan perenungan kefilsafatan dapat dipandang sebagai upaya penyusunan bahasa tersebut. Oleh karena itu filsafat dan bahasa tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hal ini karena   bahasa pada dasarnya adalah simbol-simbol, sedangkan tugas utama filsafat adalah mencari makna dari seluruh simbol yang menampakkan diri di alam semesta ini. Bahasa juga adalah alat untuk membongkar seluruh rahasia simbol-simbol tersebut. Dalam perkembangan filsafat, banyak para filosof yang juga menerjunkan diri pada kajian bahasa dalam pemikiran mereka. Berikut merupakan beberapa bentuk kajian bahasa dalam beberapa teori filsafat bahasa.
A.    Atomisme Logis Russel
Landasan teori filsafat ini adalah bahasa logika dan corak logika, teori isomorfi (kesepadanan) dan proposisi atomik. Bahasa logika akan membantu aktivitas analisis bahasa karena teknik analisis bahasa yang didasarkan pada bahasa logika akan mampu melukiskan hubungan antara struktur bahasa dan struktur realitas.
Tugas dari filsafat sebenarnya adalah analisis logis yang diikuti oleh sintesis logis tentang fakta-fakta. Analisis logis tentang fakta adalah pemikiran yang didasarkan pada metode deduksi untuk mendapatkan argumentasi apriori yaitu kebenaran uang sudah diketahui kebenarannya sebelum dilakukan percobaan atau penilitian
B.    Wittgenstein I: Meaning Is Picture (Makna adalah Gambar)
Meaning is picture adalah teori filsafat bahasa yang dikembangkan oleh Wittgenstein. Menurutnya salah satu sumber kekacauan dalam bahasa filsafat adalah karena tidak adanya tolak ukur yang dapat menentukan apakan suatu ungkapan bermakna ata tidak bermakna.
Bahasa logika yang sempurna bermakna haruslah mengandung aturan sintaksis yang sempurna sehingga mampu mencegah ungkapan-ungkapan bahasa yang tidak bermakna, dan mempunyai simbol tunggal yang selalu bermakna unik dan terbatas keberadaannya.
Inti dari teori ini adalah bahwa terdapat relasi erat antara bahasa (dunia simbol) dengan dunia fakta di luar bahasa. Bahasa menggambarkan realitas dan makna yang terkandung di dalamnya tiada lain merupakan penggambaran suatu keadaan faktual dalam dunia realitas. Semua ucapan kita mengandung satu atau lebih proposisi elementer, proposisi yang tidak dapat dianalisis lagi. Suatu proposisi elementer mencerminkan fakta atomis atau merujuk kepada suatu duduk perkara dalam realitas. Menurut teori ini ada empat hal yang melampaui batas-batas bahasa bermakna yaitu:
a.    Subjek
Karena bahasa merupakan gambaran dunia. Subjek yang menggunakan dunia tidak termasuk bahasa.
b.    Kematian
Tidak mungkin berbicara tentang kematian. Karena kematian bukan merupakan suatu kejadian yang dapat digolongkan antara kejadian-kejadian lain. Kematian kita seakan-akan memagari dunia kita tetapi kita tdak termasuk di dalamnya. Kematian merupakan batas dunia dan karena tidak dapat dibicarakan sebagai unsur suatu bahasa yang bermakna.
c.    Tuhan
Tuhan tidak dapat dipandang sebagai suatu dalam dunia. Tidak dapat dikatakan pula bahwa Tuhan menyatakan diri dalam dunia. Tidak pernah suatu kejadian dalam dunia dapat dipandang sebagai campur tangan Tuhan. Sebab kalau demikian Tuhan bekerja sebagai sesuatu dalam dunia. Akibatnya, kita tidak dapat berbicara tentang Tuhan dengan cara yang bermakna.
d.    Bahasa
Bahasa tidak berbicara tentang dirinya sendiri tetapi mencerminkan dunia dan suatu cermin tidak memantulkan dirinya sendiri.
C.    Wittgenstein II: Meaning is Use
Meaning is use, suatu bahasa bergantung pada pemakaian jenis bahasa tertentu. Hal ini karena bahasa memiliki banyak fungsi sedangkan kata-kata bagaikan alat-alat yang dipakai dengan banyak cara. Oleh karena itu, perhatian harus dialihkan dari bahasa logikan kepada pemakaian bahasa biasa. Suatu jenis bahasa tertentu terdiri dari kata-kata dan memiliki aturan pemakaiannya tersendiri. Kesalahan makna terjadi karena tidak memperhatikan aturan dalam berbahasa. Dalam penggunaan sehari-hari, bahasa memiliki keanekaragaman sehingga aturannya bermacam-macam.
Menurut Wittgenstein II, Filsafat tidak boleh campur tangan dalm penggunaan bahasa faktual. Ia hanya dapat melukiskan pemakaian itu. filsafat juga tidak dapat memberikan pendasaran kepada pemakaian bahasa. Filsafat harus menghilangkan simpul-simpul bahasa yang rumit. Bahasa dapat menipu manusia. Oleh karena itu, analisis bahasa sangat diperlukan untuk mengetahui apakah memang benar suatu kata dipergunakan sebagaimana mestinya.
Ada tiga hal yang dikemukakan oleh Wittgenstein II mengenai kelemahan bahasa dalam filsafat:
1.    Tidak memperhatikan aturan bahasa dalam kehidupan yang lebih luas dan ilmu pengetahuan.
2.    Adanya kecendrungan untuk mencari sesuatu yang umum pada semua satuan-satuan kongkret yang diletakkan di atas istilah umum.
3.    Sering melakukan penyamaran pengertian melalui istilah-istilah yang tidak dapat dipahami oleh kebanyakan orang.

Sunday, June 8, 2014

Cerita Rakyat Kolumbia
 
Dahulu kala tersebutlah sebuah desa yang bernama Takimiya. Di  sana hidup lima orang pemuda dan satu orang adik perempuan mereka.  Seperti dalam kebiasaan masyrakat Takimiya, adik perempuan mereka bertindak sebagai kepala keluarga. Para pria berdatangan dari desa lain ingin melamar gadis itu tetapi dia tidak menginginkan seorang suami. Setiap harinya, gadis itu selalu pergi berenang ke sungai dan satu hari dia hamil. Setiap orang di desa itu bertanya padanya ,”Siapa yang telah menghamilimu?”. Akan tetapi dia tidak mengetahuinya, dia menjawab “Tak ada yang pernah menyentuhku. Sembilan bulan berselang, gadis itu melahirkan seorang bayi laki-laki. Bayi yang dilahirkannya selalu menangis tak peduli siapapun yang menimang dan menjaganya. Salah seorang kakak gadis itu berkata padanya: “Letakkan bayi itu di luar rumah.” Sesuai dengan nasihat kakaknya, mereka meletakkan bayi itu di luar rumah dan sang bayipun berhenti menangis.
Keesokan harinya, gadis itu juga  membawa bayinya keluar rumah. Seperti kemaren, bayinya berhenti menangis. Dia melakukan ini selama berulang-ulang. Dikisahkan suatu ketika saat berada diluar rumah bayinya menelan sesuatu yang berlemak terlihat dari mulutnya dipenuhi oleh minyak. Setelah dia memeriksa mulut bayinya, dia berkesimpulan bayinya memakan daging anjing laut yang dijadikan sate. Gadis itu bertanya-tanya siapa yang memberi bayinya makanan itu karena dia tidak melihat seseorangpun disekitar tempat dia meninggalkan bayi itu. Karena khawatir, dia membawa bayinya masuk ke dalam rumah. Sesampai mereka di dalam rumah, bayi itu kembali menangis sehingga tak ada seorang pun bisa tidur karena tangisnya. Kakaknya kembali berkata kepada gadis itu, ”Bawa anakmu ini ke luar dan jagalah dia di sana.” Anak itu tumbuh dengan cepat. Dia tetap berada diluar rumah di awasi oleh ibunya. Akan tetapi, pada siang hari ibunya meninggalkan dia di sana sendirian.
Ketika senja datang dia pergi ke tempat bayi itu. Dia duduk disamping bayi itu menjaganya dan tidak melihat siapapun di sekitar mereka. Secara tiba-tiba sesosok pria berdiri di hadapannya. “Kau adalah istriku. Apa kau tahu itu? Bayi itu adalah bayiku.” Gadis itu terkejut dan malu. “Bersiap-siaplah, kita berdua akan segera pulang ke rumahku.” Gadis itu diam terpaku dan berkata dalam hati. “Apa yang akan dikatakan oleh saudaraku.
“Kau takkan tersesat. Kau akan kembali pada mereka.”
Kemudian gadis itu menjawab: “Baiklah”.
Mereka berduapun berangkat dari tempat itu.
“Kita berdua akan pergi ke dasar sungai.” Ungkap pria itu
“Apa aku takkan kehabisan nafas?”
“Kau akan baik-baik saja. Ketika kita menyelam, berpeganglah ke pinggangku. Tutuplah matamu sampai aku menyuruhmu membukanya.”
Gadis itu melakukan perintah sang pria. Dia merasa dia tengah melintasi arus dan menyelam ke dalam air. Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah perkampungan yang tidak berair sama sekali. Ternyata, suaminya itu adalah putera orang kaya. Dia merupakan putera bungsu dari lima bersaudara.
Putera mereka tumbuh besar dengan sangat cepat. Anak itu selalu ingin memiliki anak panah. Dia menyuruh ibunya membuatkan untuknya sebuah anak panah. Sang ibu berkata kepada anaknya: “Pamanmu di kampung ibu memiliki banyak anak panah.” Anak itu menjawab: “Bagaimana kalau kita berdua pergi menjemput anak-anak panah itu?” Akan tetapi ayahnya menyarankan: “Biarlah ibumu pergi sendiri ke sana. Kau di sini bersama ayah. Kita berdua akan pergi ke sana kapan-kapan.”
Keesokan harinya dia bersiap-siap dan berangkat ke kampungnya. Untuk melintasi sungai dia mengenakan pakaian berupa kulit berang-berang. Sementara itu, di kampungnya, kakak-kakaknya melihat seekor berang-berang berenang di dalam sungai. Mereka memburu berang-berang itu menggunakan sebuah kanoe. Gadis yang menyamar jadi berang-berang itu berenang menuju tepi sungai. Mereka menembakinya dengan anak panah mereka. Mereka yakin mereka berhasil menembaki berang-berang itu; tetapi dia tidak muncul lagi dan semua anak panah menghilang begitu saja. Berang-berang tersebut muncul kembali dan mereka mengikutinya dengan kanoe. Banyak orang menembakkan anak panah padanya tapi semuanya meleset. Berang-berang itu menghilang ke dama air. Secara diam-diam, kakak sulungnya mengikuti berang-berang itu hingga dia melihatnya menepi ke tepi pantai. Pria itu segera mengejar dan mendekati berang-berang tersebut. Akan tetapi dia hanya mendapati seorang wanita di sana. Ketika dia melihat wanita itu, dia segera mengenalinya. Wanita itu merupakan adiknya yang telahlama hilang.
“Ini adalah aku kakakku. Aku bepergian ke tempat ini. Ini anak panah yang kalian tembakkan padaku.”
Pria itu merasa menyesal ketika dia melihat banyak tumpukan anak panah di sana.
“Puteraku menyuruhku ke sini mencari anak-anak panah. Dia selalu menginginkannya”.
Dia menjemur kulit berang-berang itu. Kemudian mereka pergi dari tempat itu.
“Aku akan kembali ke suamiku. Aku hadiahkan padamu kulit berang-berang ini. Kau bisa menjualnya. Suamiku seorang pangeran sungai. Kami tinggal tidak jauh dari sini. Kau bisa melihat rumah kami di dasar sungai ketika pasang surut.” Pria itu melepas adiknya ketika dia kembali ke dasar sungai. Ketika air separuh tubuhnya dia menyelam ke dalam sungai. Sebelum menyelam dia berpesan pada kakaknya itu: “Besok pagi kau akan mendapati seekor paus di tempatmu mendarat.”
Esok harinya, pria itu bangun sebelum subuh kemudian dia berangkat menuju pantai. Di sana dia mendapati seekor paus seperti yang dikatakan adiknya. Bersama dengan saudaranya, mereka memotong-motong paus itu dan membagikannya kepada teman-teman mereka di kampung. Adapun adiknya, dia kembali pulang ke suami dan puteranya. Lengannya berubah menjadi tsLtsil dan berwarna hitam. Setelah itu ular kecil sering muncul dan menghilang di permukaan sungai. Para penduduk desa akan menembakkan anak panah mereka kepada ular tersebut. Keesokan harinya dua paus akan muncul di tepi pantai. Perempuan dan keluarganya menghadiahkan paus itu kepada kerabat mereka sebagaimana mereka menghadiahkan anak panah mereka untuk anaknya.

Translated from Folklore Columbia: The Woman Who Marries The Merman
Cerita Rakyat Yunani
 
Diceritakan pada zaman dahulu di setiap bulan may, bukit-bukit Eurostena tersenyum memamerkan keindahannya. Setapak pinus dan pohon-pohon cemara di Trikkala berbunga, semak berduri tumbuh dengan indah, pakis bermekaran berwarna kuning, aroma harum bunga-bunga liar tercium di udara yang bersih, dan semua penduduk negeri itu diliputi oleh suka cita.
Meskipun telah bertahun-tahun berlalu, hari itu belumlah terlupakan. Kisah ini yang pertama kali dikisahkan oleh Vassos dari Trikkala diceritakan dari generasi ke generasi di seluruh negeri itu dan diingat sepanjang masa. Kisah pesta pernikahan antara Nearidos, pemuda kaum peri, dan Neraida, pemudi kaum peri.
Setelah mengadakan penyelidikan selama tiga puluh tiga tahun, Vassos dari Trikkala pada akhirnya menemukan Neraidovotano tanaman peri yang membuatnya bisa berhubungan dengan dunia peri. Dia mengetahui rahasia-rahasia peri; dia sering menolong para pemuda manusia yang jatuh cinta dengan gadis-gadis peri. Pada hari ini, tanggal tiga Mei, tepat di tengah hari, Vassos terlihat di atas bukit Trikkala di antara pohon-pohon pinus yang dihembus angin seperti burung-burung berterbangan. Secara tiba-tiba, para penduduk desa melihatnya menghilang secara mendadak.
Tiga hari kemudian, dia kembali muncul di desa Trikkala. Para penduduk desa mengerumuninya mendengarkan cerita tentang apa yang telah dia alami.
“Aku menghadiri pesta pernikahan peri,” ungkapnya. “Semua peri mengetahui pesta itu. Peri-peri penghuni bukit-bukit Trikkala dan pegunungan Eurostena juga mengetahuinya. Mereka mengundangku; beberapa peri datang menemuiku ketika aku minum di telaga peri. Dari jauh aku mendengar bunyi drum, biola dan musik merdu dari alat musik yang tak ku kenal. Kemudian awan di atasku berubah menjadi sebuah kereta, awan itu menukik turun ke tempatku berdiri sementara musik itu terus bergema merdu hingga tubuhku diliputi oleh kereta awan tersebut. Di kereta awan itu, aku melihat banyak wanita cantik; mereka membawaku melintasi Teluk Korintus dan lautan, serta menyeberangi padang-padang hijau dan lautan biru.”
Vassos tidak tahu pasti di mana kereta awan itu mendarat, tapi dia menduga itu mungkin di gunung Pendos di Thessaly. Di puncak gunung itu, di tempat tak ada manusia pernah menjejakinya berdiri istana peri berkilau keemasan di bawah sinar matahari dengan menara peraknya yang menembus awan.
Di dalam istana megah itu terdapa ruangan-ruangan panjang berwarna-warni, dinding istana yang dihiasai ukiran-ukiran dari bunga dipadati oleh tamu yang tak terhitung jumlahnya. Vasso tak bisa menggambarkan kecantikan para kaum peri ini, karena wajahnya, meski mirip dengan manusia, tak bisa dibedakan, dan pakaian mereka seperti buih susu melampaui semua penggambaran lewat kata-kata.
Cahaya lampu warna-warni berkerlap kerlip di seluruh istana, secara tiba-tiba berubah jadi keemasan, lalu merah mawar, ungu, merah tua, hijau dan lavender. Senandung merdu terdengan dari musik harpa dan biola. Para peri menari bersama, ketika menari gerakan mereka berubah seiring dengan perubahan warna lampu. Semua tamu tamu tertawa dan bersuka cita. Di setiap bilik istana, seribu lilin dinyalakan di atas kandil kristan berpoles emas, sementara itu sebuah cermin perak berdiri memancarkan cahaya lilin-lilin itu. Asap aroma mawar berhembus di seluruh sisi istana menebarkan aroma wangi di udara.
Di salah satu ruangan besar itu, sebuah meja kristal berdiri dan diatasnya dihidangkan makanan peri di atas nampan-nampan perak. Sulit dikatakan dari apa makanan-makanan itu terbuat. Yang Vasso tahu hanya makanan itu berwarna putih dan bertekstur lembut serta ringan. Ketika ditelah makanan itu langsung lumer di lidah meninggalkan beraneka rasa, rasa yang takkan pernah bisa dilupakan.
Pesta itu berlangsung selama tiga hari berturut diringi musik, jamuan dan tarian. Neraida dan juga Neraidos sangat rupawan melebihi seluruh kerupawanan kaum manusia. Di kepala mereka tersemat mahkota emas; pakaian mereka terbuat dari benang perak dengan segala jenis permata berkilaun di gaun itu ketika mereka bergerak. Penganten pria dan wanita itu selalu duduk di atas punggun kuda selama pesta berlangsung. Makanan dihidangkan kepada mereka di atas nampan emas. Para peri terus bernyanyi, menari, menebarkan kelopak bunga, dan berlari-lari melingkarkan pita di tengah-tengah mereka.
Tanpa henti terdengar senandung merdu irama musik, gemerincing gelas ketika para peri bersulang bersama. Para tamu meminum nektar merah buah cherri dari gelas kristal yang berukir bunga dan wajah-wajah peri. Pada hari ketiga, setelah para tamu bersulang untuk kesehatan kedua mempelai peri, semua gelas kristal tiba-tiba pecah seiringan dengan tubrukan gelas-gelas kristal pesta itu berakhir.
“Aku tak ingat bagaimana itu terjadi,” kata Vasson mengakhiri ceritanya, “namun pada siang harinya aku mendapati diriku berada kembali di bukit-bukit cemara Trikkala, berbangga diri karena telah menjadi tamu undangan pada pesta pernikahan peri.”

Diterjemahkan dari Folklore Yunani: A Fairy Wedding

Pengunjung Blog

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Blog Archive

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Google Followers