Tuesday, June 28, 2011

Penciptaan Alam Semesta Dan Isinya Menurut Mitologi Skandinavia

Alam semesta dan semua isinya menurut mitologi Skandinavia tercipta dengan cara yang unik. Dikatakan pada suatu waktu di dunia ini hanya ada 3 dunia yaitu, sebuah jurang besar (abyss), yang disebut Ginnungagap. Lalu di bagian utara dari tempat ini terdapat sebuah daerah yang selalu dingin, gelap dan membeku yang disebut Nifleheim. Kabut es selalu muncul dari dalam sumur Hvergelmer, dan membentuk aliran air yang mengaliri sebelas sungai yang bermuara ke Ginnungagap.
Nifleheim sendiri sebuah tempat yang nantinya menjadi dunia orang mati, setiap orang atau dewa sekalipun yang telah masuk kemari tidak akan bisa keluar lagi. Bahkan Nifleheim juga masih akan selamat dari kehancuran Ragnarok nantinya.
Dari sisi selatan Ginnungagap, terdapat Muspellheim, sebuah daerah yang keadaannya panas membara, percikan api dan aliran lahar. Lahar panas dari Muspellheim juga mengalir menuju Ginnungagap. Pertemuan dari dua iklim yang saling bertentangan ini menghasilkan dua divine being pertama. Yang pertama seekor sapi yang bernama Audhumbla, dan yang kedua seorang raksasa yang bernama Ymir. Ymir mendapatkan makanan dari susu Audhumbla, sedangkan sapi ini mendapat makan dari bongkahan es yang menempel di bebatuan. Hingga pada suatu saat kedua makhluk ini melahirkan makhluk-makhluk lainnya.
Dari bongkahan es yang dijilat oleh Audhumbla lambat laun terbentuk wujud manusia. Manusia ini disebut Buri, yaitu nenek moyang para dewa yang suatu saat akan memiliki keturunan yang terkenal yaitu Odin, Vili, dan Ve. Di lain pihak, Ymir juga melahirkan makhluk lain dari bagian-bagian tubuhnya, yaitu sepasang raksasa es dan monster berkepala 3. Terkadang ada juga yang mengatakan monster berkepala 6. Dari kedua kelompok divine beings ini sering timbul pertentangan dan kebencian. Hingga pada akhirnya Odin dengan kedua saudaranya berhasil membunuh Ymir dan membuat tubuhnya sebagai fondasi atas dunia yang mereka ciptakan.

Tubuh Ymir berubah menjadi tanah, darahnya menjadi lautan, tulang-tulangnya menjadi pegunungan, rambut dan giginya menjadi pohon dan batu. Sedangkan tengkoraknya digantung di udara dan diubah menjadi langit. Odin lalu melihat ada binatang yang memakan mayatnya di tanah, untuk itu dia mengubah mereka menjadi dwarf dan dark elves, yang bertugas menambang bebatuan. Binatang lain yang hidup dari dalam tanah, diubahnya menjadi light elves yang ditempatkan berbeda di Alfheim. Darah Ymir yang berubah menjadi lautan berhasil menenggelamkan seluruh kaum raksasa, dan hanya satu yang selamat.
Kejadian ini selanjutnya akan membawa akibat panjang permusuhan kaum raksasa dengan para dewa yang akan berakhir pada Ragnarok. Untuk membuat cahaya yang menerangi dunia mereka mengambil percikan api dari Muspellheim. Odin dan para saudaranya juga membuat tempat tinggal untuk para raksasa es dan batu yang disebut Jotunheim, para raksasa sering disebut Jotuns, berada di tingkatan yang sama dengan Midgard. Antara Midgard, dunia tempat tinggal manusia yang mereka ciptakan, dengan Jotunheim terdapat pemisah berupa sungai besar yang airnya tidak pernah membeku.
Untuk tempat tinggal mereka sendiri, dipilih langit sebagai lokasinya. Mereka membuat sebuah tempat yang disebut Asgard. Di samping Asgard masih ada satu dunia lagi di tingkatan yang sama yaitu Vanaheim. Vanaheim merupakan kediaman dewa dari ras Vanir. Di dalam Asgaed yang luas terdapat banyak aula tempat tinggal beberapa dewa dewi salah satunya adalah Valhalla, tempat Odin menjamu Einherjarnya setiap malam. Valhalla digambarkan begitu luasnya sehingga memiliki lima ratus empat puluh pintu, pilar-pilar penopang atapnya dari tombak, atapnya sendiri terbuat dari kumpulan perisai, kursi-kursinya berlapis breast plate armor. Seekor serigala menjaga salah satu pintu bagian barat, sedangkan seekor elang terbang mengitari bangunan ini.
Dari tempat inilah delapan ratus orang Einherjar akan berbaris keluar untuk ikut serta dalam Ragnarok. Asgard dan Vanaheim sendiri dipisahkan oleh sebuah dinding besar yang dibuat oleh manusia bernama Blast, yang sebenarnya raksasa yang menyamar. Sebagai imbalan pembangunan dinding ini, dia minta bulan dan matahari serta dewi Freya sebagai istri. Walaupun akhirnya dia tidak pernah mendapatkan imbalannya karena akal bulus Loki dan Odin. Di mana Odin menyuruh Loki untuk menggagalkan rencana pembangunan ini sebelum tempo 6 bulan selesai. Untuk itu Loki berencana menarik jauh Svaldifari kuda milik Blast yang digunakannya untuk menarik beban berat. Maka Loki mengubah dirinya menjadi kuda betina dan merayu kuda tersebut pergi, setelah rencana Blast gagal maka Odin tidak perlu menepati janjinya.
Beberapa hari kemudian, Loki dan Svaldifari kembali, dengan membawa keturunan mereka, Sleipnir yang diberikan sebagai hadiah untuk Odin. Penghubung antara Asgard dan dunia di bawahnya yaitu sebuah jembatan berwarna pelangi, Bifrost. Jembatan ini dibuat dengan menggunakan 3 elemen yaitu air, api, dan udara sehingga berwarna warni seperti pelangi. Jembatan Bifrost dijaga oleh dewa Heimdall, yang tugasnya mengawasi kesembilan dunia yang ada. Heimdall memiliki penglihatan dan pendengaran yang tajam ke segala arah. Midgard sendiri sebagai tempat tinggal manusia dihuni oleh 2 manusia pertama, yaitu Ask dan Embla. Menurut mitos mereka tercipta dari 2 batang pohon yang menurut Odin dan para saudaranya memiliki keindahan. Untuk itu mereka memberinya jiwa, perasaan, gerak, darah dan warna.
Setelah itu Norns, 3 dewi pengatur nasib dan takdir memberikan roh yang akan mengikuti setiap manusia sejak lahir sampai mati. Dari dalam Ginnungagap sendiri tumbuh sebuah pohon ash raksasa yang besar bernama Yggdrasil. Pohon ini memiliki banyak cabang dan akar yang melingkupi sembilan dunia yang ada. Karenanya sering disebut juga "pohon dunia". Yggdrasil sebagai pohon yang menjadi tulang punggung alam semesta memiliki tiga akar yang paling kuat berada di 3 alam yaitu Asgard, Midgard, dan Niflheim (Helheim). Dikatakan di bawah Nifleheim ini berdiam seekor ular bernama Nidhogg, yang menggigiti akarnya dan setelah berhasil maka itu tandanya Ragnarok tiba.
Tapi ada juga versi yang mengatakan Ragnarok terjadi saat Surt membakar Yggdrasil. Di atas pohon Yggdrasil inilah Odin pernah menusuk dirinya sendiri dengan Gungnir selama 9 hari 9 malam untuk mendapatkan pemahaman tentang 18 rune. Selain itu, dalam versi game Valkyrie Profile, diceritakan bahwa pohon Yggdrasil hanya melingkupi 3 alam, Asgard, Midgaed, dan Nifleheim dan tidak pernah disinggung peranannya dalam kehancuran dunia. **
Valhalla
Bifrost Bridge
Yggdrasil Tree

Saturday, June 11, 2011

What is Psycholinguistics?

The Domain of Psycholinguistics Inquiry
Psycholinguistics atau the psychology of language merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang membahas tentang proses-proses pemerolehan dan penggunaan bahasa ditinjau dari segi psikologi (Nan Bernstein Ratner, dkk. 1998). Pada umumnya, psycholinguistics mempelajari tiga hal utama (Clark & Clark, 1977; Tanenhaus, 1989):
1.    Comprehension: How people understand spoken and written language.
2.    Speech Production: How people produce language.
3.    Acquisition: How people learn language.
Sementara itu, dalam Wikipedia, Psycholinguistics didefinisikan sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari faktor-faktor psikologi dan neurobiologi yang memungkinkan manusia untuk memperoleh, menggunakan dan memahami bahasa.

Language

What is Language?
Dalam bukunya yang berjudul Introduction to Linguistics, Ronald Wardhaugh mendefinisikan bahasa sebagai “a system of arbitrary vocal symbols used for human communication”.
 
Perbedaan antara Bahasa Manusia dengan “komunikasi hewan”
Ada beberapa hal yang membedakan antara bahasa (language) dengan tindakan-tindakan penyampaian pesan lainnya, seperti: tangisan bayi, gonggongan anjing, dan tarian lebah atau yang biasa dikenal dengan “waggle dance”. Terdapat beberapa pendapat mengenai perbedaan-perbedaan ini. Yang pertama adalah yang disampaikan oleh Nan Bernstein Ratner dkk. Menurutnya ada beberapa karakteristik khusus yang hanya terdapat pada bahasa manusia. Karakteristik tersebut antara lain:
1.    Bahasa manusia memiliki hierarchical structure. Pesan (dalam bahasa manusia) dapat dibagi kedalam unit-unit analisis yang lebih kecil.
2.    Bahasa manusia memiliki sifat infinite creativity. Pengguna bahasa dapat meenghasilkan dan memahami kalimat-kalimat dalam bahasa mereka tanpa terbatas. Hal ini sangat berbeda dengan hewan yang hanya dapat menghasilkan bahasa secara terbatas.
3.    Bahasa manusia dapat mengungkapkan pengalaman pengguna bahasanya meskipun pengalaman tersebut bersifat abstrak. Hal ini tidak terdapat dalam bahasa hewan. Mereka hanya dapat mengungkapkan hal-hal yang terdapat di depan mereka. Jika bendanya tidak ada, maka mereka (hewan) tidak dapat menyampaikan pesan yang sama.
4.    Bahasa merupakan sebuah rule-governed system of behavior. Dalam tangisan bayi atau gonggongan anjing tidak ada salah dan benar. Anjing dapat menggonggong semau mereka. Namun, dalam bahasa manusia ada sistem-sistem tertentu yang membuat sebuah kata/kalimat dapat diterima atau ditolak. Sistem ini menjadikan bahasa dapat dipelajari dan digunakan sevara konstan (Ronald Wardhaugh, hal. 3). Terdapat dua macam sistem dalam bahasa yaitu: sistem bunyi dan sistem arti (the system of sounds and the system of meanings).
5.    Bahasa bersifat arbitrary. Bahasa Inggris, seperti bahasa-bahasa lainnya, memiliki konvensi mengenai penempatan kata dalam kalimat. Aturan-aturan inilah yang bersifat arbitrary; tidak ada alasan yang riil mengapa bahasa Inggris membutuhkan konvensi-konvensi gramatikal tertentu. Sebagai contoh, dalam bahasa Inggris Noun Phrase harus mendahului  Verb Phrase dan objek mengikuti Verb Phrase(biasanya disebut S-V-O word order), meski tidak semua kalimat dalam bahasa Inggris mengikuti kaidah ini. Selain dalam aturan penyusunan kata dalam kalimat, kearbitarian bahasa juga dapat dilihat dalam  kata itu sendiri. Sebagai contoh, tidak ada alasan mengapa ‘sebuah pohon’ disebut ‘tree’ dalam bahasa Inggris, dan tentu saja hal ini juga berlaku untuk bahasa-bahasa lainnya.

Is Language Species-Specific?

Para peneliti di bidang kebahasaan telah lama meneliti komunikasi yang terjadi diantara para binatang untuk mencari tahu pebedaan antara bahasa manusia dengan bahasa bintang, atau dengan kata lain untuk mencari tahu karakteristik yang hanya terdapat dalam bahasa manusia. Meskipun lebah, burung, lumba-lumba, dan primata lain selain manusia dapat menyampaikan atau bertukar pesan dianara mereka, namun mereka sangat bergantung kepada konteks atau bergantung kepada rangsangan (stimulus dependent).

Language Diversity and Language Universal (Perbedaan dan ke-Universalan Bahasa)

Bahasa-bahasa yang terdapat di seluruh dunia memiliki beberapa perbedaan dan persamaan. Pada umumnya, perbedaan dalam bahasa dapat dilihat dengan jelas pada susunan/bentuknya: Sistem bunyi yang dimiliki masing-masing bahasa berbeda, aturan pembentukan kata dalam kalimat dan lexical inventories, serta aturan penyusunan bagian-bagian kalimat.
Perbedaan besar yang terdapat dalam setiap bahasa inilah yang membuat beberapa ahli bahasa tertarik untuk mencari persamaan-persamaan dalam kebahasaan (linguistic universals) atau ciri-ciri yang tetap (constant features) yang mungkin memberi ciri bahasa-bahasa, penggunaannya, dan pemerolehannya. Teori yang mendukung ke-Universalan bahasa adalah teori Universal Grammar yang dikemukakan oleh Noam Chomsky.


The Acquisition of Language by Children

Language acquisition atau pemerolehan bahasa merupakan proses perkembangan kemampuan bahasa pada manusia. Begitu cepatnya pemerolehan bahasa pada anak telah membuat baik orang tua maupun para peneliti terpesona. Ada dua pendapat mengenai pemerolehan bahasa pada anak. Pertama, beberapa ahli bahasa (biasanya disebut kaum nativist) menganggap bahwa bahasa pada dasarnya bersifat innate (bawaan), bahwa anak-anak dilahirkan dengan sebuah bakat spesial, unik, yang memungkinkan manusia untuk dapat memahami/menguasai tata bahasa sebuah bahasa tanpa harus mendapatkan pengajaran. Yang kedua, biasanya disebut kaum behaviorist, berpendapat bahwa para orang tua-lah yang mengajarkan bahasa kepada anak-anak mereka dengan cara menggunakan bahasa yang telah disederhanakan (saat berbicara dengan anak-anak mereka) dan dengan memberikan timbal-balik (feedback) saat anak-anak menggunakan bahasa secara tidak benar atau kurang tepat.
Noam chomsky, yang merupakan salah satu tokoh nativisme, membuat dua klaim berkenaan dengan kontroversi yang terjadi diantara para ahli berkenaan dengan pemerolehan bahasa pada anak.
1.    Degeneracy Problem
Teori ini berpendapat bahwa anak-anak (children) mendengar bahasa dengan tidak sempurna, mereka mendengar bahasa yang mengandung banyak kalimat yang tidak sempurna serta tidak tersusun secara benar dari segi gramatika. Oleh karena itu, maka dasar-dasar bahasa pastilah bersifat innate karena lingkungan tidak menyediakan kecukupan bagi anak untuk mengembangkan bahasanya.
2.    Negative Evidence Problem
Teori ini beranggapan bahwa anak-anak tidaklah mendapatkan pengetahuan tentang mengapa beberapa struktur diperbolehkan sementara struktur yang lain dilarang baik itu dari orang tua mereka maupun dari pengajaran kebahasaan (Brown & Hanlon, 1970).


Distinguishing Between Language and Speech

Perbedaan antara language dan speech dapat dipahami dengan melihat perbandingan antara program komputer dengan, misalnya, printer. Saat kita ingin untuk berkomunikasi, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah pesan kedalam kata-kata dan kalimat yang dapat menyampaikan maksud/pesan kita. Proses iniah yang disebut bahasa (language). Tahapan kedua adalah menerjemahkan bahasa kedalam sensor motorik yang mengatur articulator, selanjutnya menghasilkan speech. “Speech refers to the actual process of making sounds, using such organs and structures as the lungs, vocal cords, mouth, tongue, teeth, etc.”
http://hendrawisesa.multiply.co


NAMA-NAMA MALAIKAT DAN TUGASNYA



  • Adnachiel (Kristen) : melindungi manusia yang baik secara khusus.
  • Ambriel (Yudeo-Kristen) : mengatur komunikasi dan perlindungan bagi manusia.
  • Angels of Presence atau Malaikat Kehadiran (Kristen) : para malaikat yang diciptakan pada hari pertama, telah disunat, ikut menjaga hari Sabtu (Sabat). Di antaranya: Metatron, Suriel, Sandalfon, Astanfaeus, Sarakiel, Fanuel, Jehoel, Zagzagael, Uriel, Yefefiah, Sabaoth, Akatriel.
  • Angels of Sanctification atau Malaikat Persucian (Kristen) : para malaikat yang diciptakan pada hari pertama, telah disunat, melakukan ibadah dan pelayanan pada hari Sabtu (Sabat). Di antaranya: Fanuel, Mikhael, Metatron, Zagzagael, Suriel.
  • Arariel (Yahudi) : bersama Gagiel dan Azareel mengurus perairan di bumi.
  • Arham (Islam) : mengatur rezeki, kematian, amal, sengsara atau kebahagiaan janin di dalam rahim.
  • Ariel (Yudeo-Kristen) : memegang otoritas atas bumi dan elemen di dalamnya.
  • Archangels atau Malaikat Agung (Yudeo-Kristen-Islam) : para malaikat yang dinaungi Roh Kudus sehingga dianggap setara dengan manusia kudus. Dalam Katolik, biasanya mereka disebut Santo atau Malaikat Kudus. Di antaranya: Mikhael, Gabriel, Rafael, Uriel, Raguel, Zerakhiel, Remiel, Metatron, Barakhiel, Khamuel, Jegudiel, Suriel, Zadakiel, Sahaquiel.
  • Atid (Islam) : mencatat perbuatan buruk manusia ketika hidup di dunia.
  • Azazel atau Iblis atau Lucifer (Yudeo-Kristen-Islam) : memimpin seluruh malaikat kerubim, menjadi imam bagi para malaikat, dan menjadi bendaharawan surga sebelum kejatuhannya.
  • Azrael atau Izrail (Yudeo-Kristen-Islam) : bertugas memisahkan nyawa dari tubuh semua ciptaan yang dipanggil dari dunia untuk kembali ke asalnya, yaitu hidup yang kekal (surga), atau alam maut (neraka).
  • Barakhiel (Kristen) : mengepalai para malaikat pelindung, ikut memberkati para Malaikat Agung.
  • Bene Elohim (Yudeo-Kristen) : bertindak sebagai mulut Tuhan dan menyampaikan pesan Tuhan secara langsung. Disebut juga Malaikat TUHAN atau Malaikat Yahweh (Angels of Lord) dalam Alkitab. Namun mereka berubah menjadi Malaikat yang Jatuh dan kawin dengan manusia.
  • Cassiel atau Kasiel (Yudeo-Kristen) : mengamati kejadian kosmos yang terungkap dan ikut mengaturnya, memimpin kematian para raja.
  • Camael atau Kemuel (Yudeo-Kristen) : mengetuai para malaikat yang mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga.
  • Dardail (Islam) : mencari orang yang berdoa, meminta, bertobat, dan minta ampunan kepada Tuhan pada bulan suci.
  • Dominions atau Penguasa atau Kyriotetes (Yudeo-Kristen) : para malaikat yang mengatur pekerjaan malaikat, memimpin doa dan puji-pujian (paduan suara) yang lingkupnya lebih kecil dari Serafim dan Kerubim.
  • Dumah (Yudeo-Kristen) : menghukum manusia-manusia yang berdosa di Neraka.
  • Ecanus atau Ethan (Kristen) : bersama Sarea, Dabria, Selemia, dan Asiel menulis 94 dari 204 kitab yang didikte Ezra kepada mereka.
  • Fallen Angels atau Malaikat yang Jatuh (Yudeo-Kristen) : para malaikat yang telah diusir atau dibuang dari surga karena pengingkaran dan pemberontakan mereka terhadap Tuhan. Dalam Islam, mereka disebut jin karena, berbeda dengan malaikat yang terbuat dari cahaya, mereka diciptakan dari api. Ketika diperintahkan Tuhan bersujud kepada Adam, Azazel, salah satu dari mereka, menolak untuk bersujud bersama para malaikat.
  • Gabriel atau Jibril (Yudeo-Kristen-Islam) : menyampaikan wahyu dan sukacita kepada para nabi dan utusan Tuhan, mendiktekan susunan ayat Alquran yang diperintahkan Tuhan kepada Muhammad, membawa rezeki bagi manusia. Dalam Islam disebut juga Roh Amin (Roh Terpercaya) atau Roh Kudus.
  • Gadreel (Ibrani-Yudeo-Kristen) : menjadi salah satu malaikat yang jatuh, mencobai Hawa agar mendekati Pohon Pengetahuan tentang Baik dan Buruk (Pohon Khuldi) saat berada di Taman Eden.
  • Gagiel (Yudeo-Kristen) : bersama Arariel dan Azareel menguasai ikan dan perairan.
  • Grigori atau Para Pengawas (Yudeo-Kristen) : sekelompok dari malaikat yang jatuh karena kawin dengan manusia dan memperanakkan anak manusia yang disebut Nefilim. Para pemimpinnya adalah: Samyaza, Arakiel (Arakiba), Ramael (Azazel, Iblis, Satan, atau Lucifer), Kokabiel, Tamiel, Ramiel, Daniel, Chazaqiel (Ezeqiel), Baraqel, Asael, Armaros, Batariel, Ananiel, Zaqiel, Shamsiel (Samsapiel), Satariel, Turiel, Yomiel, Sariel, dan Bezaliel.
  • Hadraniel (Yudeo-Kristen) : menjaga gerbang kedua kerajaan surga.
  • Haniel atau Anael (Yudeo-Kristen) : membantu persalinan Bunda Maria saat melahirkan Yesus Kristus.
  • Harut (Islam) : bersama Marut mengikuti dan menjaga suku Israel di Negeri Babel.
  • Humalat al-Arsy (Islam) : empat malaikat yang memikul Arsy (Singgasana Tuhan). Setelah Hari Akhir, jumlahnya bertambah menjadi delapan dengan bergabungnya Rafael, Mikhael, Gabriel, dan Azrael setelah tugas mereka berakhir.
  • Ireul (Yudeo-Kristen) : mengawasi tempat-tempat yang dihuni manusia.
  • Israfel atau Israfil (Islam), sering disamakan dengan Rafael (Yudeo-Kristen) : meniup sangkakala di Hari Kiamat.
  • Jegudiel (Kristen) : menjadi penasihat dan pembela orang-orang yang menaati Tuhan, bersama Metatron menjadi kepala doa dan puji-pujian (paduan suara) Kerubim.
  • Jehoel atau Yahuel (Yudeo-Kristen) : menengahi nama Tuhan yang tak terlukiskan, menyiksa manusia berdosa di neraka dengan menelan mereka seperti monster Leviatan.
  • Jequn (Ibrani-Yudeo-Kristen) : menjadi salah satu malaikat yang jatuh, menyesatkan semua anak-anak malaikat yang jatuh.
  • Jundallah (Islam) : para malaikat perang yang bertugas membantu Muhammad dalam peperangan.
  • Kasdeja (Ibrani-Yudeo-Kristen) : memperlihatkan kepada anak-anak manusia cinta lemah dari para malaikat dan roh dan cinta dari embrio dalam rahim, menjadi salah satu malaikat yang jatuh.
  • Kerub atau Kerubim (Yudeo-Kristen) : para malaikat yang menyala di hadapan kebijaksanaan Tuhan, merenungkan penyelenggaraan dan rancangan Tuhan bagi makhluk ciptaan-Nya, menjaga jalan masuk ke taman Firdaus di mana Pohon Kehidupan tumbuh, di antaranya: Kerubiel, Gabriel, Ofaniel, Rafael, Uriel, Zofiel.
  • Kiraman Katibin (Islam) : para malaikat yang mencatat perbuatan manusia, ditugaskan mengawasi pekerjaan setiap pelayan Tuhan. Di antaranya: Raqib dan Atid.
  • Kushiel (Yudeo-Kristen) : menyiksa manusia yang tak menaati hukum Tuhan di neraka dengan cambuk api.
  • Leliel (Yudeo-Kristen) : menguasai malam hari di bumi.
  • Lucifer (Yudeo-Kristen) : memimpin seluruh malaikat kerubim dan menjadi bendaharawan surga sebelum kejatuhannya. Nama asli sebelum pengutukan dan kejatuhannya adalah Azazel.
  • Malik (Islam) : kepala para malaikat penjaga Neraka dan menjaga neraka dengan bengis dan kejam.
  • Marut (Islam) : bersama Harut mengikuti dan menjaga suku Israel di Negeri Babel.
  • Metatron (Yudeo-Kristen) : mengepalai doa dan puji-pujian Kerubim, menanggung makanan di dunia, melayani Yesaya ketika sedang menderita, mewakili malaikat kematian, menemani Abraham ketika akan menyembelih anaknya. Saudara kembar Sandalfon. Dalam Islam disebut juga Roh yang Agung.
  • Mikhael atau Mikail (Yudeo-Kristen-Islam) : bersama Zofiel memimpin laskar malaikat di kerajaan surga, melindungi umat Tuhan, menjadi pembela bangsa Israel yang mengikuti Tuhan, mengurus hujan, dan mengatur rezeki.
  • Munkar (Islam) : bersama Nakir melakukan interogasi roh manusia di alam kubur (alam barzakh)
  • Muaqqibat (Islam) : para malaikat yang selalu memelihara atau melindungi manusia dengan datang silih berganti. Dalam tradisi Yudeo-Kristen disebut juga Malaikat Pelindung.
  • Muriel (Yudeo-Kristen) : membuat manusia peduli terhadap dirinya sendiri dan lingkungan, menolong manusia untuk menyentuh perasaan terdalam.
  • Nakir (Islam) : bersama Munkar melakukan interogasi manusia di alam kubur (alam barzakh).
  • Nuriel (Yahudi) : mangatur hujan es yang disertai angin ribut.
  • Ofan atau Ofanim (Yudeo-Kristen) atau Thrones : menjaga tahta Tuhan dan memuji semua kuasa keadilan Tuhan tanpa henti.
  • Orifiel (Kristen) : mengurus alam liar seperti hutan, padang pasir, dan lautan.
  • Pahaliah (Kristen) : menguasai teologi dan moral, mengabulkan kebijaksanaan, kebulatan tekat, dan pengetahuan, serta mengajak orang yang tidak beriman menjadi beriman.
  • Powers atau Kekuatan atau Exousia (Yudeo-Kristen) : para malaikat yang melawan semua kuasa gelap yang menentang rancangan penyelenggaraan Ilahi, ikut berperang melindungi manusia yang diutus Tuhan. Di antaranya: Gabriel, Rafael, Camael, Verkhiel.
  • Principalities atau Kerajaan (Yudeo-Kristen) : para malaikat yang menjaga kerajaan-kerajaan duniawi, seperti bangsa-bangsa, dan kota-kota. Di antaranya: Haniel (Anael), Cerviel, Amael, Nisrok (Nisroc), Requel.
  • Puriel (Yudeo-Kristen) : bersama Dokiel menanyai manusia yang menuju ke gerbang surga.
  • Raguel (Yudeo-Kristen-Islam) : mengawasi kerja para malaikat, memberi perintah kepada malaikat lain di Pengadilan Terakhir (Hari Penghitungan), membalas perbuatan manusia yang melewati hukum Tuhan.
  • Rafael atau Israfel (Yudeo-Kristen-Islam) : memberi tanda akan datangnya Hari Akhir dengan meniup sangkakala.
  • Raqib (Islam) : mencatat perbuatan baik manusia ketika hidup di dunia.
  • Raziel (Yudeo-Kristen) : menguasai pengetahuan yang masih misteri bagi yang lain, membantu Henokh (Idris) dan memberi petuah kepada Nuh saat membangun bahtera.
  • Remiel (Yudeo-Kristen) : menguasai jiwa yang menanti hari kebangkitan, mengantar manusia beriman ke surga.
  • Ridwan (Islam) : menjaga gerbang kerajaan surga dengan lemah lembut.
  • Sachiel atau Sakhiel (Yudeo-Kristen) : menghuni surga pertama.
  • Samael atau Simiel (Yudeo-Kristen) : mengepalai dua juta malaikat, menjadi malaikat pelindung bagi Esau (saudara Yakub).
  • Sandalfon (Yudeo-Kristen) : menjadi penggubah nyanyian surgawi, mengambil doa dan petisi manusia untuk disampaikan kepada Tuhan. Saudara kembar Metatron.
  • Sariel (Yudeo-Kristen-Islam) : bersama Raquel mengontrol kematian, menguasai pengetahuan tentang sihir dan ritual magis.
  • Satan (Yudeo-Kristen) : memimpin seluruh malaikat kerubim dan menjadi bendaharawan surga sebelum kejatuhannya. Nama asli sebelum kejatuhannya adalah Azazel.
  • Selafiel atau Shealtiel atau Salathiel (Yudeo-Kristen) : membantu doa orang-orang yang saleh dan menaati perintah yang diberikan Tuhan dalam Kitab Suci.
  • Seraf atau Serafim (Yudeo-Kristen) : para malaikat yang menjaga tahta Tuhan dan memegang nyala kasih yang paling berkobar di hadapan Tuhan, melakukan doa dan puji-pujian (paduan suara) . Di antaranya: Mikhael, Serafiel, Gabriel, Metatron, Uriel, Nathanael, Jehoel, Kemuel, Azazel (sebelum jatuh).
  • Serafiel (Yudeo-Kristen) : mengepalai Serafim, menjadi salah satu malaikat yang menghakimi.
  • Shamsiel (Yudeo-Kristen) : mengajarkan nyanyian matahari kepada manusia di hari Yered. Salah satu pemimpin Malaikat yang Jatuh.
  • Thrones atau Tahta (Yudeo-Kristen) : menjaga tahta Tuhan, memuji semua kuasa keadilan Tuhan tanpa henti, menjaga hubungan baik (hubungan silaturahim) antarmanusia. Di antaranya: Bodiel, Jofiel, Zafkiel, Orifiel, Raziel.
  • Uriel atau Jeremiel (Yudeo-Kristen) : mengawasi guntur dan teror.
  • Virtues atau Keutamaan (Yudeo-Kristen) : para malaikat yang menerima perintah dari golongan Penguasa, mengontrol semua elemen yang ada di alam, membuat manusia tahan cobaan dan berpegang teguh pada Tuhan. Di antaranya: Kemuel, Uriel, Gabriel, Mikhael, Tarshish, Peliel, Barbiel, Sabriel, Haniel, Hamaliel.
  • Yerahmeel atau Yeremiel atau Eremiel (Yudeo-Kristen) : memberi wahyu kepada manusia, membangkitkan pemikiran dan ingatan yang memuliakan Tuhan.
  • Zabaniyah (Islam) : sembilan belas malaikat penjaga Neraka. Pemukanya adalah Malik. Di antaranya: Hutriel, Lahatiel, Makatiel, Puriel (Pusiel), Rogziel and Shoftiel.
  • Zebuleon (Kristen) : bersama Mikhael, Gabriel, Uriel, Rafael, Gabuthelon, Aker, Arfugitonos, and Beburos memimpin saat akhir dunia.
  • Zakhariel atau Zerakhiel (Kristen) : membimbing manusia ke tempat penghakiman (padang mahsyar).
  • Zadkiel atau Hesediel (Yudeo-Kristen) : mencegah Abraham menyembelih anaknya dengan membawa kambing kibasy sebagai penggantinya.
  • Zefon (Yahudi) : bersama Ithuriel diutus Gabriel mencari lokasi Iblis yang bermaksud menyesatkan anak-anak Adam saat lari ke bumi.
  • Zofiel atau Yofiel atau Efkhiel (Yudeo-Kristen) : bersama Mikhael memimpin tentara langit di surga.

Bukti Tuhan itu Ada

Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.
Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.
Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?”
Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.
“Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.” Begitu orang alim itu berkata.
Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak, “Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh.
Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?”
Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.
“Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,” kata si Atheist. “Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.
Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.
“Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.” Begitu si Atheist mengaduh.
Si Alim bertanya, “Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?”
“Ini sakitnya di sini,” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.
“Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak.
Orang banyak berkata, “Tidak!”
“Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Demikian si Alim berkata.
Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.
Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?
Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?
Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat).
Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada.
Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.
Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!
Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.
Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks.
Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.
Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.
Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]
Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.
Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]
“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]
Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:
“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]
Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan, Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta:
“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah:58-59]
“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi’ah:63-64]
“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah:72]
Di ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak), tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah:
“…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” [Al Hajj:73]
Sesungguhnya, masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta.
http://media-islam.or.id


Monday, June 6, 2011


About Celts

Throughout human history, there have been groups of people that influence us right up until today. One of these influential groups of individuals is the Celts. Celts are any group of people that are originally from Europe. They can also be related to people who used the Celtic language and manifests cultural influences significant to Celtic art.
There have been a number of archaeological finds that attest to the magnificence and the existence of Celts all throughout history. They basically reveal a common European origin. When the Roman Empire conquered most parts of Europe, the Celts were said to adopt a number of Roman cultures and traditions as well. Christianity spread and several Celtics did convert to Christianity, especially in parts of Britain and Ireland.
During the renaissance era, sometime between 400 and 1200, medieval Celtic art was very popular. During the 17th century, the interest in antiquities came about, which brought about the popularity of Celtics and Celtic art. This brought patriotism and nationalism of the Celtic culture. This somehow extended the Celtic culture until almost the 19th century. During this time, there are parts of Europe where the Celtic language was still in use.
In modern culture, the term Celtic is used to describe the culture and language of European countries including Brittany, Isle of Man, Cornwall, Wales, Spain, Scotland and Ireland. There are a number of modern languages that are still in use today that resembles the Celtic language. These languages basically originated and influenced by the said language. Some of these languages include Irish, Manx, Scottish Gaelic, Welsh, Cornish, and the Brythonic language.

Anglo-Saxon Literature


The Anglo-Saxon literature, which may also be called Old English literature, is a collection of manuscripts that were written during the 600 years that the Anglo-Saxons were present in Great Britain. This period lasted from the 5th century until the conquest by the Normans in 1066. Anglo-Saxon literature is comprised of things such as Bible translations, poetry, and sermons. In addition to these, riddles and chronicles can be found as well. There are only about 400 manuscripts available which have survived to the present day. One of the most famous examples of Anglo-Saxon literature is Beowulf. In addition to its popularity in Great Britain, this literary work has become popular internationally as well.

The oldest example of Anglo-Saxon literature is Caedmon's Hymn. It was written during the 7th century. Many historians have spent a great deal of time researching these documents. One important document that gives us a glimpse of Anglo-Saxon history is the Anglo-Saxon Chronicle. The research on this form of literature has gone through a number of different stages. During much of the 20th century, researchers spent a lot of time reviewing the Germanic origins of these documents. Much of the research today focuses on studying the physical material that comprises the manuscripts. Historians are now more interested in who wrote them, as well as the date of their creation and their connections with European culture during this time.
The vast majority of Anglo-Saxon literature was written during the last 300 years that this group was present in the region. It should be noted that Old English literature is one of the oldest to survive until the present day. One of the reasons why Anglo-Saxon literature became so important is because of constant invasions into the country. The monks wanted to make sure that the population was literate in Latin so that the works of the church could be read. King Alfred was also interested in making sure the population was properly educated. He wanted the students in the country to learn Old English. The students who were successful in learning Old English would often go on to learn Latin.
Evidence of this is prominent in many surviving manuscripts, since many of them are student related training manuals. Of the 400 Anglo-Saxon literary works that have survived to the present day, over 170 of them are considered to be extremely important. These documents are sought after, and collectors have obtained them since the 16th century.
http://www.family-ancestry.co.uk

Pengunjung Blog

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Google Followers